Supremasi Kristus Atas Ciptaan
_oOo_
 
 
Kolose 1:15
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala sesuatu yang diciptakan.
 
 
Pengantar.
 
Mengenai bagian ini, banyak penafsir Perjanjian Baru berpandangan apabila ditinjau dari bentuknya yang bersajak, kosa kata yang digunakan tidak umum, dan gaya bahasa yang tinggi, Kolose 1:15-20 merupakan sebuah syair pujian atau himne. Di dalam himne tidak hanya sekadar sekumpulan kata-kata yang tersusun dengan indah, tetapi yang lebih penting daripada itu di dalamnya terkandung prinsip-prinsip theologis atau dogma-dogma tertentu. Namun kemudian, muncul permasalahan di seputar sumber utama dari himne ini. Dalam hal ini terkait dengan pertanyaan, apakah Paulus merupakan sumber utama dari munculnya syair pujian itu? ataukah Paulus telah menggunakan sumber-sumber lain yang kemudian ia adopsi dan disisipkan ke dalam suratnya? Banyak argumen-argumen yang muncul seputar pertanyaan itu. Sebagian penafsir berpandangan bahwa Paulus sendirilah yang mengkomposisikan syair pujian ini, namun ada sebagian penafsir berpandangan berbeda. Mereka menyatakan, Paulus mengutip syair pujian ini dari sumber lain di luar dirinya, misalnya dari latar belakang Yahudi, dari pemikiran gnostisisme, dari kebudayaan Yunani, dan sumber-sumber lainnya. Setiap penafsir tentu akan memberikan argumentasinya masing-masing untuk mendukung setiap tafsirannya.Walau mengerti latar belakang sumber dari himne ini adalah suatu hal yang penting, namun menurut saya jauh lebih penting apabila kita menelaah lebih dalam esensi dari bagian ini, dikarenakan bagian ini sangat kental dengan pemikiran Paulus tentang Kristus. Pada kesempatan ini, saya hanya akan mengeksposisi secara khusus Kolose 1:15 yang berisi dua gagasan penting, yakni Kristus dinyatakan sebagai penyataan Allah yang sempurna, sekaligus Ia adalah Agen Penciptaan.
 
Kristus, Penyataan Allah yang Sempurna.
 
Paulus membuka pemikiran Kristologinya dengan melontarkan sebuah pernyataan yang sangat krusial “Ia (Kristus) adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Kata “gambar” dalam bagian ini menggunakan kata “eikon”. Kata ini juga muncul di 2 Korintus 4:4 di mana Paulus mengaitkan kemuliaan Kristus sebagai gambaran (eikon) Allah dengan Injil yang ia beritakan. “Yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” JB Lightfoot menyatakan, di dalam sebuah gambar artinya ada dua hal yang saling bergabung. Gambar dapat berupa representasi, tapi representasi apabila benar-benar sempurna, dapat menjadi sebuah manifestasi. Ketika Paulus memakai kata eikon, ia ingin menegaskan satu hal, Yesus adalah manifestasi Allah yang sempurna. Bila ingin melihat seperti apakah Allah itu, maka kita harus melihat-Nya pada Yesus. Dengan sempurna Ia merepresentasikan (menghadirkan) Allah kepada manusia di dalam rupa yang dapat dilihat, dikenal, dan dipahami manusia.” Injil Yohanes menegaskan kembali hal ini Kristus sebagai penyataan Allah yang sempurna. “Tidak seorang pun yang melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yoh. 1:18).

Kata gambar Allah di bagian ini memiliki korelasi atau berparalel dengan kisah penciptaan manusia pertama, Adam. Di sana dikatakan, Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kata “gambar” di sini digunakan kata eikon - kata yang sama yang Paulus gunakan di Kolose 1:15. Di sini, manusia yang diciptakan menurut gambar Allah diparalelkan dengan Kristus yang adalah gambar Allah. The Eerdmans Bible Commentary: Colossian mengutip pemikiran E.K.Simpson dan F.F.Bruce dalam Commentary on the Epistle to Ephesians and the Colossians, melihat pentingnya paralel ini dalam konteks relevansinya dengan doktrin inkarnasi. Karena manusia menyandang status sebagai gambar Allah, maka adalah mungkin bagi Allah untuk menjadi manusia. Allah yang tidak kelihatan (invisible) menjadi nyata (visible) bagi manusia. Dengan demikian, Paulus ingin mengatakan bahwa di dalam diri Kristuslah, kita mengenal siapa Allah sesungguhnya. Kristus adalah perwujudan (manifestasi) dari Allah yang sempurna.
 
Kristus, Agen Penciptaan.
 
Kristus dikatakan yang sulung, lebih utama dari segala sesuatu yang diciptakan.” Kata “yang sulung” pada bagian ini menggunakan kata “prototokos”. Kata ini begitu penting di dalam Kristologi Paulus. Oleh karenanya, kita perlu berhati-hati agar tidak salah dalam menempatkan kata ini sesuai dengan konteksnya. Kebanyakan kita mengasosiasikan kata “yang sulung” (protokokos) dalam pengertian anak yang pertama dilahirkan. Contohnya dapat dilihat di Lukas 2:7. Dikatakan bahwa Yesus merupakan anak sulung dari Maria. Kata protokokos pada ayat ini menunjukkan Yesus sebagai anak yang pertama kali dilahirkan dari rahim Maria. Artinya, kata protokokos dalam konteks ayat ini dimengerti dalam terminologi urutan waktu. Namun, dalam pemikiran Ibrani dan Yunani, kata prototokos justru tidak selalu terkait langsung dengan waktu. Mari kita perhatikan beberapa bagian yang menyatakan hal ini. Di Keluaran 4:22 dikatakan, Pertama, kata prototokos digunakan sebagai status yang dikenakan kepada bangsa Israel sebagai anak sulung Allah (Kel. 4:22). Maksudnya adalah bangsa Israel merupakan anak yang paling dikasihi Allah. Mereka adalah bangsa yang akan menerima segala warisan yang sudah Allah janjikan kepada mereka. Kedua, kata prototokos mengacu kepada gelar Mesias yang disematkan kepada Daud sebagai Raja Israel. Dalam Mazmur 89:28 dikatakan, “Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang maha tinggi di antara raja-raja di bumi.” Maksudnya, Daud diberikan penghormatan istimewa atau penghormatan tertinggi sebagai raja di antara raja-raja di bumi. Daud bukan yang sulung dalam pengertian yang tertua di dalam keluarganya, bukan juga sebagai raja pertama di Israel. Kata “yang sulung” di sini mengindikasikan bahwa Daud ditetapkan sebagai yang berkuasa.

Kedua pengertian diatas sangat penting untuk mencegah mis-interpretasi sekaligus memberikan penafsiran yang tepat atas kata protokokos tersebut. Dengan demikian, jelaslah bahwa kata protokokos yang dimaksudkan Paulus pada bagian ini bukan dalam konteks terminologi waktu di mana Kristus lebih dulu dilahirkan. Namun, ketika Paulus menyatakan bahwa Kristus adalah yang sulung, yang utama dari segala yang diciptakan, Paulus ingin menegaskan 2 hal yang penting, yaitu:
 
  1. Kristus bukanlah sesuatu yang diciptakan (created being), bukan pula bagian dari ciptaan, tetapi Dia adalah Pencipta (Creator) dari segala ciptaan. Kristus adalah agen penciptaan (the agent of creation) yang memiliki kedaulatan mutlak atas ciptaan-Nya.
     
  2. Oleh karena Kristus adalah Pencipta itu sendiri, maka Ia jauh lebih tinggi, jauh melampaui dari segala ciptaan. Ia lebih utama dari segala ciptaan, dan hanya Dia yang layak menerima penghormatan tertinggi.
 
Selamat Paskah 2012.
[ Nikson ]

Connect With Us

 
Persekutuan Studi Reformed :
Eva Paula Marpaung
Komplek Buaran Baru
Jl. Kobra V/H19 RT/RW 07/015
Buaran Duren Sawit, Jakarta Timur, 13440.
Telp: 021-86611470
Hub: Deby - 08158020418
 
Ibadah rutin PSR, dewasa & anak.
setiap Sabtu, pukul 16.00 - selesai
Tempat: MTH Square Lt 3C, Ruang Melody,
Jl. MT Haryono No. 1 Jakarta Timur