Kebangkitan Kristus
Adalah Kebangkitan Yang Menghidupkan
_oOo_
 
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barang siapa percaya
kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang
yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.
Percayakah engkau akan hal ini?"
[ Yohanes 11:25-26 ]
 
 
Pengantar.
 
Peristiwa kebangkitan Kristus setelah kematian-Nya merupakan peristiwa terbesar yang pernah muncul di sepanjang sejarah. Peristiwa kemenangan Kristus atas maut yang mematikan itu telah menduduki tempat utama. Hal ini diakui oleh salah satu tulisan yang mengatakan, "Yesus Kristus, pada tahun 33 Masehi, menghadapi para kritikus dan membuat orang-orang Romawi tercengang akan kebangkitan-Nya." Kebangkitan-Nya jauh melampaui kebangkitan-kebangkitan lain yang pernah ada. Kebangkitan-Nya menggenapi Perjanjian Lama. Kebangkitan Kristus merupakan kebangkitan tubuh yang seringkali sulit dipercayai dan bahkan disangsikan oleh banyak orang. Dan itulah salah satu keunikan dari peristiwa kebangkitan Kristus. Tulisan ini merupakan eksposisi dari Yohanes 11:25-26 yang akan membahas bagaimana kebangkitan Kristus dihubungkan dengan kehidupan kekal setelah kebangkitan tubuh.
 
Yohanes 11:25.
 
Yesus berkata, ”Akulah kebangkitan dan hidup.” Perkataan ini menjadi satu titik putar yang sangat penting. Injil Yohanes melihat hal ini dari sudut pandang Allah. ”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yoh. 1:1). Kristus tidak hanya lahir di kandang yang hina, tetapi semua orang menutup pintu bagi-Nya. Yang lebih ironis lagi, Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi milik kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Seandainya manusia tahu kalau yang datang itu adalah Allah, pemilik alam semesta, maka dapat dipastikan semua pemilik penginapan itu akan menyambut dan memberi tempat yang terbaik untuk-Nya. Takkan ada satu manusiapun yang akan menolak-Nya. Namun, Ia yang datang itu tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada....(Yes. 53). Inilah realitasnya, dunia hanya melihat segala sesuatu berdasarkan fenomena saja.

Tuhan Yesus telah membuktikan bahwa Dia adalah kebangkitan dan hidup secara spektakuler. Sejak peristiwa itu, para pemimpin agama bersepakat untuk membunuh Yesus. Yohanes membukakan pada kita tentang iman yang sejati, bagaimana mengerti iman yang sejati dan mempercayakan diri pada iman yang sejati? Kebangkitan Yesus memberikan kepastian kepada orang percaya untuk melihat kematian jasmani bukanlah akhir yang mengerikan, tetapi justru menjadi pintu untuk memperoleh hidup yang kekal, yang di dalamnya kita menikmati relasi persekutuan dengan Allah yang berkelimpahan.

Yesus berkata, “barang siapa percaya kepada-Ku ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Di dalam konteks perkataan ini, Tuhan Yesus sedang mendemonstrasikan peristiwa kebangkitan orang mati, ketika Ia membangkitkan seorang yang bernama Lazarus yang sudah mati selama 3 hari. Peristiwa ini menjadi titik putar yang menentukan semua level iman dalam tataran dunia sejarah keagamaan. Peristiwa inilah yang membuat para pemimpin agama saat itu ingin membunuh Yesus.

Di zaman sekarang ini, manusia paling takut dengan kuasa yang dapat menghancurkan. Lihat saja, para pengikut mammon justru lebih banyak daripada pengikut Kristus. Mereka lebih mementingkan uang diatas segalanya. Bahkan mereka rela menghalalkan segala cara demi mendapatkan kepuasan dunia. Sebaliknya, manusia tidak takut pada kuasa yang dapat menghidupkan yang tidak mungkin menghancurkan mereka, akibatnya mereka berani melawannya. Tanpa disadari pandangan ini membuat manusia menjadi jahat.

Perkataan Yesus, “barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” seharusnya mengingatkan kita akan satu hal, berada dan tinggal di dalam kuasa penghancur itu tidak mungkin menjadikan kita hidup. Namun terkadang di dalam realita hidup, kita justru berada dan tinggal di dalam kuasa itu. Tanpa sadar kita telah dipakai iblis menjadi alatnya untuk menghancurkan orang-orang yang ada di sekeliling kita, yang pada akhirnya juga akan menghancurkan diri kita sendiri.

Berbeda halnya jika kita menjadi pengikut Yesus, sang kebangkitan dan hidup. Dikatakan, kita akan tetap hidup walaupun kita sudah mati. Di dunia ini, semua kuasa hanyalah kuasa penghancur. Manusia hanya dapat membuat sesuatu yang hidup menjadi mati. Hanya Yesus satu-satunya Tuhan yang dapat menghidupkan yang mati. Kebangkitan adalah kuasa yang tidak dimiliki oleh siapapun di dunia ini.

Pernyataan Yesus,“Akulah kebangkitan dan hidup,” membuat setan harus berhadapan dengan realita sejati. Dirinya tidak lebih dari sekadar kuasa penghancur. Namun ironisnya, saat ini orang Kristen justru lebih takut pada dunia daripada Tuhan. Mereka seringkali lebih takut kehilangan pekerjaan, daripada mentaati perintah Tuhan. Bahkan banyak kita jumpai ada orang yang mengingkari imannya demi kenikmatan dunia. Orang lebih takut hidup menderita, lebih takut pada kematian, sehingga cenderung lebih memilih untuk tunduk terhadap dosa dan melawan Allah. Oleh karena itu, jangan pernah kita bermain-main dengan kekuatan kuasa kebangkitan Allah, sebab nanti kita sendiri yang akan hancur. Perlu diingat, Kristus tidak akan mati karena kita melawan Dia. Sekali-kali tidak! Apa yang dilakukan Yudas dan iblis ketika menjual Yesus terlihat seolah-olah merupakan suatu kemenangan. Sama sekali tidak. Itu hanya kemenangan ”semu”. Kebangkitan Kristus sekali menandakan kemenangan yang mutlak untuk selama-lamanya. Kematian dari kuasa kematian oleh kematian Kristus telah membawa kita pada suatu kehidupan dan kebangkitan.
 
Yohanes 11:26.
 
Perkataan Tuhan Yesus, “setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya,” merupakan suatu janji dan kepastian iman bahwa orang percaya yang dibangkitkan tidak akan pernah mati selamanya. Mereka akan memiliki tubuh kekal yang tidak dapat binasa, sebagaimana dinyatakan dalam 1 Korintus 15:42, 54:
 
 
Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan”.
 
 
Oleh karena kuasa kebangkitan Kristus itu telah menghidupkan kita, maka kita akan tetap hidup walaupun kita sudah mati. Berbeda dengan mereka yang berada di luar Kristus. Secara fisik mereka masih hidup, namun sesungguhnya mereka sudah mati. Sejarah mencatat banyak sekali terjadi peristiwa di mana orang dibangkitkan dari kematian, namun ternyata hidupnya justru gagal. Jangan terjebak dengan ajaran salah yang berpandangan bahwa hidup di dalam Kristus yang terpenting hanya sekadar hidup yang diselamatkan. Sebagian orang yang berpandangan demikian hanya sebatas percaya kalau Kristus mati menebus dosa, Ia bangkit dan memberi kita hidup kekal bagi mereka, tetapi hidup yang mereka jalani masih hidup yang dikuasai oleh diri sendiri, bukan oleh Tuhan. Tuhan disingkirkan dan tidak lagi menempati posisi utama di dalam hidup mereka. Jelas, itu sama sekali bukan tanda hidup yang sejati. Hidup yang sejati adalah hidup yang kembali kepada Tuhan. Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus, hidup yang terus menerus dibentuk dan diperbaharui untuk menjadi serupa dengan Kristus. Oleh karenanya, setiap kita, orang percaya, dituntut untuk memberitakan kebenaran Firman Tuhan yang sejati itu kepada dunia.
 
Penutup.
 
Kuasa kebangkitan Kristus adalah kuasa yang menghidupkan. Ini merupakan inti utama dari iman Kristen. Hal ini seharusnya semakin menyadarkan kita betapa hebat dan dasyatnya kuasa kebangkitan Kristus. Kebangkitan-Nya adalah tanda kemenangan-Nya atas kuasa kematian (1 Kor. 15:55). Kiranya setiap kita yang oleh anugerah Tuhan boleh mengalami kuasa kebangkitan-Nya itu sungguh-sungguh mengarahkan seluruh hidup kita hanya kepada Kristus. Kita dipanggil untuk memancarkan kemuliaan-Nya dimanapun kita berada. Bersukacitalah kita yang terus dipakai Tuhan di dalam hidup kita. Biarlah Tuhan terus berkarya di dalam kehidupan kita melalui berbagai macam keadaan yang ada, tak terkecuali dalam pergumulan-pergumulan kita, karena melaluinya Tuhan membentuk kita untuk menjadi saksi-Nya yang hidup. Kiranya dengan semangat Paskah ini, mari kita kerjakan tugas-tugas pelayanan kita dengan takut dan gentar demi hormat dan kemuliaan nama Tuhan.
 
[ Deby Adelina ]

Connect With Us

 
Persekutuan Studi Reformed :
Eva Paula Marpaung
Komplek Buaran Baru
Jl. Kobra V/H19 RT/RW 07/015
Buaran Duren Sawit, Jakarta Timur, 13440.
Telp: 021-86611470
Hub: Deby - 08158020418
 
Ibadah rutin PSR, dewasa & anak.
setiap Sabtu, pukul 16.00 - selesai
Tempat: MTH Square Lt 3C, Ruang Melody,
Jl. MT Haryono No. 1 Jakarta Timur