Ibadah Rutin PSR
 
Sabtu, 21 September 2019, pukul 16.00 - selesai
Eksposisi 1 Samuel 15:1-34
"SAUL DITOLAK SEBAGAI RAJA"
Pembicara: Ev. Robin Simanjuntak
Tempat: Ged. MTH Square Lt. 3C. Ruang Melody. Jl. Otista Raya Kav 10. Jaktim.
 
Renungan & Kesaksian
 
Cara hidup yang bertumpu pada persekutuan
 
_oOo_
 
Ada tiga hal tentang tindakan kasih. Yakni, bahasa kasih (verbal), perasaan kasih, dan perbuatan kasih. Aktualisasi tiga hal tersebut hanya dapat terjadi dalam interaksi satu orang terhadap orang-orang lain.
Kasih yang kita terima dari Bapa, dapat kita rasakan hanya jika kita berada di dalam hubungan-hubungan dengan orang lain. Jadi, perintah baru itu mencela individualistis. Yesus dengan tegas melarang hidup terasing.
 
Dengan kepribadian yang tergerak oleh mengasihi Allah, maka kita menjadi proaktif di dalam “cara hidup bersama-sama.” Yaitu, kita mengambil peran di dalam kesinambungan pergerakan persekutuan. Persekutuan menjadi ruang bagi aksi nyata kesadaran atau perilaku sadar, untuk terselenggaranya cara hidup.
Yesus berkata, “di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka,” Matius 18:20. Maksud Yesus dengan dua atau tiga orang berkumpul, adalah sekelompok kecil orang yang saling berpengaruh positip, tertib dan tumbuh bersama-sama. Bukannya yang penting keramaian orang banyak. Alkitab tegas menjelaskan hakekat persekutuan, yakni, “bukannya volume” melainkan KUALITAS.
 
Menyangkut “cara hidup bersama-sama” yang dibangun oleh aksi nyata kesadaran, persekutuan bukan ruang guna bersama-sama MENGGALANG kebanggaan akan aset-aset phisik, laju pertumbuhan jumlah anggota, program-program, orang-orang hebat dan akumulasi dana. Melainkan, persekutuan adalah ruang guna bertumbuh dalam pengalaman secara bersama-sama mengelola kejujuran, intensitas kepedulian, habitual berkomunikasi, kecerdasan mengambil resiko, kemampuan mencari penyelesaian konflik, waktu bertatapan, dan seterusnya.
 
Tersirat pada perintah baru Yesus itu, melibatkan diri di dalam persekutuan bukanlah bertolak dari hasrat memperoleh kesenangan, melainkan hasrat memperoleh kebutuhan akan cara hidup. Bagaimanapun, dengan hasrat mengasihi Allah yang Anda miliki, pastilah akan menggiring Anda untuk membutuhkan suatu persekutuan. Adakah Anda pernah sejenak tersadar bahwa Anda adalah orang yang dikenal Allah lewat aktifitas persekutuan kecil Anda? Paulus berkata, “orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah,” 1 Kor. 8:3.
Terpujilah Kristus. Amin.
[ Gogona, 29 Mei 2019 ]