HARI TUHAN 5
 
Katekismus Heidelberg – G. I Williamson.
_oOo_
 
 
Dari Ibadah PSR 14 Juli 2018
Presenter
: Sdri. Rotua.
 
Bacaan Alkitab
: Imamat 4; Matius 25; Ibrani 10.
 
12.
P.
Jika demikian, karena oleh penghakiman Allah yang adil kita layak menerima hukuman sekarang dan secara kekal, apakah tidak ada cara yang dengannya kita bisa terluput dari hukuman itu dan kembali diterima ke dalam pekenaan?
 
J.
Allah pasti akan memuaskan keadilan-Nya; oleh karena itu kita harus memberikan pemuasan penuh bagi keadilan itu, entah oleh diri kita sendiri, atau oleh orang lain.
 
13.
P.
Tetapi bisakah kita sendiri memberikan pemuasan itu?
 
J.
Sama sekali tidak; sebaliknya, setiap hari kita menambah hutang kita.
 
14.
P.
Bisakah ditemukan di mana pun adanya satu ciptaan biasa yang bisa melakukan pemuasan itu bagi kita?
 
J.
Tidak ada satu pun; pertama, karena Allah tidak akan menghukum ciptaan lain yang mana pun karena dosa yang telah dilakukan manusia; dan, selain itu, tidak ada satupun ciptaan biasa yang bisa menanggung beban dari murka kekal Allah terhadap dosa, dan melepaskan ciptaan-ciptaan lain dari murka itu.
 
15.
P.
Jika demikian, pengantara dan pelepas seperti apakah yang harus kita cari?
 
J.
Pengantara dan pelepas yang adalah seorang manusia yang sejati dan benar, dan lebih berkuasa daripada segala ciptaan, yaitu pengantara dan pelepas yang di sisi lain adalah Allah yang sejati.
 
DISKUSI
Ro.
Banyak orang Kristen berpikir: “karena Allah itu baik dan pemurah maka tentu Allah dapat melewatkan dosa yang diperbuatnya, Allah tidak memperhitungkan dosa itu.” Ini hanya bentuk dari pembelaan diri. Padahal Firman Tuhan, Kel. 23:7, berkata: “Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah.” Jadi, Allah pasti menghukum setiap dosa secara penuh, walaupun kita anggap dosa itu kecil.
 
Manusia tidak dapat menghapus dosa-dosa yang diperbuatnya. Segala bentuk persembahan binatang yang disebutkan dalam PL sebagai korban penghapus dosa, sesungguhnya hanya bayang-bayang dari penggenapan akan penghapus dosa yang sejati, yaitu Tubuh dan Darah Kristus. Karena, binatang bukan diciptakan dalam gambar dan rupa Allah, bahkan malaikat-malaikat pun tidak. Pada Ibrani 2:14-17 dijelaskan bahwa korban penghapus dosa yang sejati haruslah benar-benar manusia yang tanpa cacat, tanpa cela dan tanpa dosa.
 
Go.
Kita sedang berbicara tentang bagaimana kita dapat terlepas dari penghukuman karena dosa. Dan, dari Hukum Taurat, dijelaskan bahwa harus ada yang kita persembahkan bagi Allah, harus ada yang kita korbankan. Jadi, Tuhan menuntut persembahan. Tetapi, sebagai orang yang dikuasai oleh dosa, kita tidak dapat berbuat baik bagi Allah. Jadi di sini, yang kita perlukan adalah kasih Allah yang membuat kita memiliki iman, sehingga kita dapat percaya bahwa Tubuh dan Darah Yesus Kristus itulah korban penghapus dosa yang sejati.
 
Ni.
Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, sebenarnya sejak itu manusia selalu berusaha berdamai dengan Allah, salah satu cara untuk berdamai itu yakni dengan menyembelih binatang. Konsep berkorban dengan menyembelih binatang, juga dilakukan lewat perantaraan imam-imam yang membawa korban itu ke Ruang Maha Suci di Bait Allah. Tetapi semua cara ini tidak dapat memuaskan Allah. Lalu, kenapa Allah membiarkan konsep berkorban ini dilakukan oleh umat Israel? Karena ini menjadi bayang-bayang dari korban penghapus dosa yang sejati, yaitu Yesus Kristus.
 
Ra.
Jelas dari pelajaran ini bahwa setiap dosa kita pasti mendatangkan hukuman, dan tidak ada satu pun yang dapat menggantikan kita untuk menerima hukuman itu, binatang tidak bisa, manusia tidak bisa, malaikat pun tidak bisa. Di sini kita diajarkan, hanya Yesus manusia sejati, tanpa cacat, tanpa cela, dan tidak berdosa, yang dapat menggantikan kita sehingga kita terbebas dari hukuman akibat dosa.
 
Jadi, kita harus mewaspadai ajaran-ajaran palsu yang secara halus disampaikan kepada kita bahwa Allah itu baik dan sangat pemurah sehingga Ia berkenan mengabaikan dosa-dosa kita. Sebagai contoh, tentang LGBT, banyak yang berkata dengan dasar ilmu psikologi bahwa LGBT adalah kodrat manusia, sehingga LGBT tidak Allah perhitungkan sebagai dosa. Ini jelas ajaran sesat.
 
Terpujilah Kristus. Amin.
[ Web-PSR, 20 Juli 2018 ]