Jatuh ke dalam Pencobaan
_oOo_
 
Kita tidak tahu kapan kita jatuh oleh dosa. Anda bisa saja menjadi sosok yang sangat menguasai teologi, atau mungkin Anda sosok yang sangat terhormat di gereja, tapi dengan status-status hebat itu kita tetap saja tidak bisa tahu kapan kita jatuh oleh dosa.
Ketahuilah, saat dosa menguasai Anda, lalu menjatuhkan Anda lewat amarah meledak-ledak, atau lewat nafsu birahi yang tak tertahankan, atau lewat gila hormat yang tiba-tiba menyerang hati dan kesadaran Anda, maka Anda nantinya akan merasakan penderitaan batin yang teramat hebat akibat penyesalan yang menyesakkan hati. Ya, rasanya tercabik-cabik.
Apa yang Yesus alami di Taman Getsemani, Lukas 22:44, adalah penderitan yang sangat hebat karena menanggung dosa-dosa seluruh orang percaya. Lukas menggambarkan penderitaan itu: “Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”
Penderitaan yang dirasakan Yesus tidaklah dapat dibandingkan dengan penderitaan yang kita rasakan oleh karena sakit penyakit atau tertembak peluru. Penderitaan Yesus itu bersifat beyond,” jauh melampaui semua bentuk penderitaan di dunia ini. Itu suatu penderitaan yang tidak dapat dimengerti oleh akal kita.
Di saat kita merenungkan dalam-dalam penderitaan Yesus menanggung dosa-dosa kita, seharusnya timbul “kegelisahaan rohani,” yaitu suatu rasa malu yang membuat kita tidak berhasrat untuk berbuat dosa lagi. Kita menolak perbuatan dosa!
Tetapi tetap saja, “kita tidak tahu kapan kita jatuh oleh dosa.” Anda sosok yang sangat mencintai orangtua Anda, tapi di saat Anda tiba di rumah dengan keletihan sehabis bekerja, dan Anda disambut omelan ibunda akibat Anda lupa membeli obatnya, tiba-tiba dosa memicu amarah meledak-ledak, maka Anda berbuat dosa dengan membentak ibu Anda sekeras-kerasnya sambil menggoncang-goncangkan bahunya.
Karena “kita tidak tahu kapan kita jatuh oleh dosa,” maka perintah Yesus kepada murid-muridNya di Taman Getsemani masih sangat relevan sampai hari ini sebagai perintah-Nya kepada kita, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah,Markus 14:38. Pada perintah “berjaga-jaga dan berdoalah,” menunjuk kepada makna: “Harus senantiasa dipenuhi oleh Roh Kudus.”
Terpujilah Kristus. Amin.
[ Gogona, 19-03-2018 ]