Yang Hilang
_oOo_
 
Apa yang harus lebih dipedulikan, yang digenggaman ataukah yang hilang?
Di saat Anda MERASA kehilangan sesuatu milik Anda yang berharga, tentu Anda berkata: “Saya tak perlu susah payah mencari dan mendapatkannya kembali, sebab masih ada banyak yang lain padaku.” Ya, sebagai manusia biasa, ketika Anda kehilangan 1 dirham dari 10 dirham yang Anda miliki maka Anda tak akan mencarinya. Ini sangat manusiawi.
Begitu juga, sebagai manusia, ketika 1 domba Anda hilang dari 100 domba yang Anda miliki, maka pasti Anda berkata: “Saya tak perlu susah payah mencari dan mendapatkannya kembali, sebab masih ada 99 yang lain.”
 
Lalu, apa pesan yang hendak Yesus sampaikan kepada kita dari perumpamaan 1 dirham yang hilang (Lukas 15:8-10) dan 1 domba yang hilang (Lukas 15:1-7)? Jelas sekali, yaitu “perasaan kehilangan.” Paulus menulis, “semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” Roma 3:23.
 
Pernahkah Anda merenungkannya, bahwa Anda adalah “orang yang kehilangan”? Sebenarnya, kita berjalan di dalam hidup ini adalah sebagai “orang yang kehilangan,” kehilangan kemuliaan Allah. Tetapi, kita lebih memperhatikan “yang digenggaman” yaitu lahiriah kita, kita cenderung mengabaikan “yang hilang”. Kita lebih memilih sikap “tidak mencari”. Ya, bahkan “tak terpikir sama sekali” untuk berupaya mencari. Kita bahkan bersikap sebagai orang yang tidak kehilangan.
Paulus menasehati, agar mewaspadai timbulnya sikap acuh atas kehilangan kemuliaan Allah: “Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana,” Roma 1:23.
Perhatikan sikap Daud: “Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah KEMULIAANKU dan yang mengangkat kepalaku,” Mazmur 3:4.
 
Kita semua telah kehilangan kemuliaan Allah, namun Yesus menghendaki kita untuk bersikap mencari “yang hilang” itu, yakni bertindak mencari seperti yang dilakukan oleh perempuan yang kehilangan 1 dirham, atau seperti gembala yang kehilangan 1 domba itu.
Tentang kemuliaan Allah yang hilang itu, bagaimanapun juga, kita harus lebih mempedulikannya daripada mempedulikan kemuliaan manusiawi kita yang ada dalam genggaman kita.
Terpujilah Kristus. Amin.
[ Gogona, 13-01-2018 ]