Kesadaran terhadap konsep haram
_oOo_
 
Pada STRUKTUR KESADARAN penganut konsep haram, nilai-nilai yang termuat di dalam “pengertian dosa” disajikan oleh “aturan-aturan haram.” Jadi, kesadaran mereka TIDAK AKAN DAPAT bersinergi dengan roh. Bahkan, oleh konsep haram ini, secara langsung mereka TIDAK MENGAKUI eksistensi roh manusia. Atau, oleh konsep haram, mereka menempatkan “peran roh” lebih rendah dari pada logika-logika agamawi. Tegasnya, konsep haram berserta segala logika yang menyertainya adalah INSTRUMEN untuk merendahkan dan mengabaikan “peran roh”.
 
Berbeda pada STRUKTUR KESADARAN KRISTEN. Di sini, nilai-nilai yang termuat di dalam “pengertian dosa” disajikan oleh hal-hal konkrit “tidak mengasihi Allah.” Jadi, kesadaran Kristen sangat bertumpu kepada “peran roh,” sebab, MENGASIHI ALLAH dan SESAMA adalah dorongan dan perilaku oleh “peran roh” (yang berkaitan dengan unsur kepribadian). Sebab, sejatinya, “perbuatan mengasihi Allah” diselenggarakan oleh roh yang dinaungi oleh Roh Kudus. Jadi, benarlah yang dikatakan Rasul Paulus, “Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku,” Roma 7:22-23.
 
Terpujilah Kristus. Amin.
[ Gogona , 17 April 2019 ]