Renungan Harian Selasa 08 Maret 2022
Lemah terhadap anugerah
 
Selamat pagi,
Efesus 2:8-9, “Sebab KARENA KASIH KARUNIA kamu diselamatkan OLEH IMAN; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
 
Di atas, Paulus menekankan tentang kasih karunia atau anugerah. Kita memahami bahwa ANUGERAH terdiri dari anugerah jasmani dan anugerah rohani. Cahaya matahari, hujan, oksigen, dan tanah, adalah anugerah jasmani. Namun, pengharapan, keselamatan, dan Roh Kudus, adalah tergolong anugerah rohani. Anugerah keselamatan yang kita miliki adalah pemberian cuma-cuma dari Allah oleh karena kita percaya kepada Yesus Kristus. Namun, frasa “OLEH IMAN” bukan hanya menunjuk kepada identitas kita sebagai orang percaya, melainkan juga menunjuk kepada bagaimana RESPON kita terhadap anugerah yang kita terima. Jika respon kita lemah terhadap anugerah maka anugerah itu-pun bekerja lemah terhadap kita.
 
Yoas anak Yoahas memerintah sebagai raja di Samaria. Kepada nabi Elisa, Yoas meminta anugerah keselamatan dari Tuhan oleh karena sebagian dari kerajaannya telah dikuasai oleh musuh, 2 Raja-Raja 13:14-25. Dan, Tuhan berkenan memberikan anugerah-Nya kepada Yoas. Anugerah-Nya itu disimbolkan dengan busur dan anak-anak panah milik Yoas sendiri. Busur dan anak-anak panah itu SUDAH ADA di dalam genggaman Yoas. Bagaimanakah respon Yoas terhadap anugerah Allah yang telah diterimanya itu? Ternyata sangat lemah! Di saat Elisa meminta respon dari Yoas, nyatanya Yoas hanya membanting anak-anak panah itu sebanyak tiga kali. Jika benar Yoas SANGAT BERGAIRAH terhadap anugerah Allah yang telah diterimanya, tentulah Yoas membanting-banting anak-anak panah itu belasan kali, bahkan puluhan kali hingga ia kelelahan.
 
Apakah respon kita “lemah” terhadap Roh Kudus yang telah berdiam di dalam diri kita? Mari periksa sendiri hasil-hasil yang kita peroleh dari hubungan kita dengan Roh Kudus, apakah kita sudah terbebas dari semua kebiasaan buruk yang membuat kita selalu terperangkap dalam penderitaan batin? Jika belum, dapat dipastikan “respon” kita masih lemah. Roh Kudus adalah kekuatan tanpa batas yang dianugerahkan Bapa bagi kita, kita harus “bergairah penuh” meresponi Roh Kudus sehingga kuasa Roh Kudus bekerja efektif membebaskan kita dari “peran-peran dosa” yang menyeret-nyeret kita ke dalam penderitaan batin.
 
Terpujilah Kristus, amin.
[ Gogona Gultom]
Persekutuan Studi Reformed
 
Pin It
 
 

 
Copyright © Persekutuan Studi Reformed
 
 
Persekutuan Studi Reformed
Contact Person: Sdri. Deby – 08158020418
 
About Us  |   Visi  |   Misi  |   Kegiatan