Renungan Harian [ Kamis 10 Maret 2022 ]
 
“Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya.” (Lukas 11:3)
 
Ayat ini merupakan salah satu bagian kecil yang berisi permintaan dari keseluruhan isi Doa Bapa Kami yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Satu hal menarik dari ayat ini, kita melihat bagaimana Tuhan kita tidak hanya concern pada hal-hal yang berbau spiritual saja, tapi Ia juga peduli terhadap kebutuhan jasmaniah keseharian (physical daily needs) kita. Itu sebabnya, Ia mengajar kita untuk memintanya di dalam doa.
 
Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita coba bandingkan teks di atas dengan Injil Matius. Di Matius 6:11 dikatakan demikian: ”Berikankanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” Ada perbedaan? Ya! Menurut versi Lukas dikatakan Yesus mengajar murid-Nya untuk meminta makanan “setiap hari”, tapi versi Matius, murid diajar untuk meminta “pada hari ini”. Perbedaan keduanya terletak pada frasa “setiap hari” (versi Lukas) dan “pada hari ini” (versi Matius).
 
Stop, jangan salah paham dulu! Ini sama sekali bukan kontradiksi pemahaman teologis di antara Lukas dan Matius. Tapi ini sekadar perbedaan perspektif dalam melihat penekanan makna theologis dari teks tersebut. Di satu sisi, Matius ingin menekankan pada sisi kedaulatan Allah, bahwa Allah yang sudah memberikan makanan (kehidupan) “pada hari ini”, Ia juga akan menyediakannya untuk hari esok dan seterusnya. Oleh karenanya, kita tak perlu kuatir akan hari esok. Namun di sisi lain, Lukas sengaja menggunakan frasa “setiap hari” di sini dimaksudkan untuk menekankan bahwa kebergantungan kita pada pemeliharaan (providensia) Allah itu dialami dari hari ke hari (day by day). Bahwa kesetiaan Allah merengkuh setiap detak kehidupan keseharian kita, day by day, tanpa henti sedetikpun. Hal ini sekaligus menjadi pengingat agar kita tidak cuma fokus pada pemberian Allah (the gifts) semata, namun kita lupa kepada sang Pemberi (the Giver), Allah itu sendiri.
 
Lalu, Lukas mengakhiri bagian ayat ini dengan frasa” secukupnya”, apa maksudnya? Di sini, Lukas ingin mengingatkan bahwa pemberian/anugerah Allah tidak pernah berkekurangan di dalam hidup kita. Anugerah-Nya selalu cukup untuk kita nikmati hari demi hari. Kita hanya perlu belajar untuk bergantung penuh kepada Allah dengan mencukupkan diri dengan apa yang sudah Ia berikan, seraya meresponinya dengan ucapan syukur. Selamat pagi dan selamat menikmati pemeliharaan-Nya hari ini.
 
Salam,
[ Nikson Sinaga]
Persekutuan Studi Reformed
 
Pin It
 
 

 
Copyright © Persekutuan Studi Reformed
 
 
Persekutuan Studi Reformed
Contact Person: Sdri. Deby – 08158020418
 
About Us  |   Visi  |   Misi  |   Kegiatan