Renungan Harian, Rabu 23 Maret 2022.
Berdoalah terlebih dahulu!
 
Selamat Pagi.
Ketika Anda dihadapkan pada setiap keputusan, apakah kesadaran Anda sekonyong-konyong mendorong Anda untuk berdoa terlebih dahulu? Bagaimanakah sikap dan keseriusan berdoa Anda? Apakah kesadaran Anda seringkali kecewa karena tubuh Anda selalu saja kesulitan untuk mengambil waktu berdoa? Apakah Anda membuat orang lain berdoa untuk Anda dan bersama Anda? Bagaimanapun, Alkitab menekankan, “Bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12).
 
Perhatikan perkataan Ester ini, “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati,” Ester 4:16.
 
Ester memiliki iman yang kuat, ia adalah wanita tangguh. Ester menjadi contoh yang sempurna dari sosok yang bertahan dengan iman. Kita tentu dapat melihat, pada kisah Ester, bahwa ia adalah seorang wanita yang diperlakukan seperti harta benda, sesuatu yang harus diarak untuk dilihat semua orang, namun Ester bertahan untuk sampai pada waktu Tuhan di mana ia harus menggunakan kecantikannya bagi kemuliaan Allah Israel.
 
Ketika Ester dihadapkan dengan penderitaan rakyat Israel, kesadaran Ester sekonyong-konyong membuat keputusan untuk membela rakyatnya itu, walaupun ia bisa saja mati di saat menjalankan keputusan itu. Hal penting yang harus kita perhatikan, bahwa Ester tidak menjalankan keputusannya sampai dia harus berdoa terlebih dahulu, dan berpuasa selama tiga hari. Dia juga telah membuat orang lain berdoa untuk dirinya. Tuhan mengarahkan Ester pada tindakan untuk menyelamatkan umat-Nya.
 
Tidaklah mudah menancapkan frasa “Berdoalah terlebih dahulu!” pada area kesadaran kita, dan jauh lebih sulit melatih tubuh kita agar menaati perintah “Berdoalah terlebih dahulu!”. Tetapi, sebagai orang-orang kudus (Why 8:4), kita harus berupaya untuk terus menerus berdoa. Tuhan kita berkata, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah,” Matius 26:41.
 
Terpujilah Kristus. Amin.
[ Gogona Gultom]
Persekutuan Studi Reformed
 
Pin It
 
 

 
Copyright © Persekutuan Studi Reformed
 
 
Persekutuan Studi Reformed
Contact Person: Sdri. Deby – 08158020418
 
About Us  |   Visi  |   Misi  |   Kegiatan