Hidup dalam Misi Allah
(Matius 1:21 & Yesaya 49:6)
_oOo_
 
Tuhan sebagai inisiator janji keselamatan
Ada dua sejarah berjalan secara paralel, yaitu sejarah dunia dan sejarah penebusan/keselamatan. Sejarah dunia dimulai dari penciptaan dan bersifat sementara. Sejarah dunia sudah jatuh dalam dosa dan kuasa dosa itu akan terus menguasainya. Namun sebaliknya, sejarah penebusan dimulai dari janji Allah yang bersifat kekal. Di dalam janji-Nya ada rencana keselamatan bagi dunia yang berdosa ini.
Misi Allah dalam sejarah keselamatan dimulai dari janji akan kelahiran seorang anak. Mengapa harus melalui janji kelahiran seorang anak Tuhan akan menggenapi misi-Nya dan membawa keselamatan bagi dunia yang berdosa ini? Tidak cukupkah dengan hukum-hukum dan perintah-perintah-Nya menjadi jalan satu-satunya Tuhan menyelamatkan dunia yang berdosa ini? Menurut penulis, janji kelahiran seorang anak menjadi satu-satunya jalan Allah menyatakan kasih-Nya melalui kehadiran-Nya di tengah umat-Nya. Terkait dengan hal ini, Anselm dari Canterbury memberikan jawaban bahwa Allah menjadi manusia dalam Kristus karena hanya Kristuslah satu-satunya Allah sekaligus manusia yang dapat menggenapkan keselamatan kita. Inkarnasi yang datang di tengah-tengah sejarah dosa manusia ingin menunjukkan bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Allah mengasihi dan menghargai kita bahkan dalam keadaan kita yang telah jatuh ke dalam dosa (James M. Boice, “Foundation of the Christian Faith: A Comprehensive and Readable Theology”, IVP, 1986). Maka pada akhirnya, keselamatan bukan datang dari dunia ini, tetapi hanya melalui misi Allah yang akan tergenapi oleh Allah sendiri melalui Kristus.
 
Tidak ada keselamatan selain di dalam Kristus (Matius 1:21)
Dari sudut pandang Injil Matius pasal pertama, Matius menceritakan kembali kisah dimana Tuhan Allah memulai misi-Nya melalui janji kelahiran seorang anak, yang Dia tetapkan melalui keturunan Abraham. Dalam silsilah Yesus Kristus, Matius mengarahkan perhatiannya kepada Yesus Kristus, Anak Daud dan Anak Abraham, yang adalah kegenapan janji Allah akan kelahiran seorang anak karena Kristus adalah pusat dari seluruh sejarah keselamatan yang Allah tetapkan di dalam Misi-Nya.
Maka berkatalah malaikat TUHAN kepada Yusuf, “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Mat. 1:21). Sebuah nama diberikan kepada Yusuf yang melalui nama itu maka keselamatan akan tiba bagi mereka. Bangsa Israel hanya memahami dan menerima bahwa janji kedatangan Mesias bertujuan untuk menyelamatkan identitas mereka sebagai sebuah bangsa dimana Mesias yang dinantikan itu akan menegakkan kembali suku-suku Yakub dan mengembalikan orang-orang Israel. Akan tetapi nama yang Tuhan Allah berikan kepada Yusuf bukan menyelamatkan mereka sebagai sebuah bangsa, melainkan menyelamatkan bangsa itu dari dosa mereka. Nama Yesus dihadirkan sebagai paradigmatic, representative ‘son’, yang artinya melalui Yesus Kristuslah seluruh berkat keselamatan tiba bagi bangsa-bangsa dan tahta Daud akan ditegakkan untuk selama-lamanya. Dengan demikian keturunan yang dihasilkan dari Kristus bukan lagi keturunan biologis melainkan keturunan rohani, yakni mereka yang percaya diselamatkan dari dosa dan menjadi anak-anak Allah.
Rasul Petrus menegaskan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”(Kis, 4:12). Tidak ada nama lain yang diberikan kepada dunia ini yang padanya ada keselamatan selain di dalam nama Yesus Tuhan.
 
Hidup di dalam panggilan misi Allah
Yesaya 49:6 mengatakan, “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.” Tuhan memilih Israel untuk menjadi hamba-Nya supaya berita janji keselamatan itu dapat didengar oleh bangsa-bangsa lain. Namun faktanya justru sebaliknya, Israel dihakimi Tuhan karena gagal menjadi hamba-Nya.
Nama Yesus yang darinya datang keselamatan untuk seluruh bangsa juga dikaitkan dengan pekerjaan misi Allah. Misi pelayanan Tuhan Yesus tidak dimulai dari Betlehem, tempat kelahiran-Nya, ataupun Yerusalem, simbol kota Allah, melainkan dari Galilea. Dari sana Dia mulai memberitakan tentang kerajaan Sorga. Berawal dari Galilea, pelayananan misi yang Yesus kerjakan terus disampaikan kepada bangsa-bangsa lain. Dia menjadikan kita umat tebusan-Nya supaya kita boleh menjadi terang untuk membawa berita keselamatan bagi semua bangsa hingga ke ujung bumi. Dan untuk itu Allah menyatakan janji nya bahwa Yesus Kristus, sang Imanuel, itu akan terus menyertai kita, umat-Nya untuk berbagian dalam misi-Nya bagi dunia ini.
Selamat Natal dan selamat terus melayani di dalam misi Allah
[ Mulatua Silalahi ]