KEPASTIAN ANUGERAH ALLAH
 
(Eksposisi Yoh. 6:37 menurut James M. Boice)
_oOo_
 
 
 
“Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”. (Yohanes 6:37).
 
 
Kalimat pertama dari James Montgomery Boice khusus mengenai Yohanes 6:37 ini adalah: “itu karena kebenaran ini (dan hanya kebenaran ini saja) orang-orang Kristen dapat berkhotbah dan bersaksi tentang Injil Kristus”. Manusia secara total memang benar-benar tidak ada kemampuan dari dirinya sendiri untuk percaya dan datang kepada Yesus. Namun Allah juga tidak membiarkan semua manusia hidup di dalam dosanya sendiri. Allah bertindak untuk menyelamatkan sebagian, mereka yang terpilih, terlepas dari kehendak manusia itu sendiri.
 
Pertama-tama, kita harus ingat bahwa bahwa posisi segala sesuatu, dalam hal ini termasuk manusia, sejak dari awal adalah berada di tangan Tuhan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Tuhan mampu memberikan sebagian yang di tangan-Nya itu kepada Yesus. Tentu saja waktu kita membaca pernyataan ini sebagian kita mungkin akan berpikir bahwa kalimat ini salah. Kita berpikir bahwa manusia itu harusnya berada ditangannya sendiri dan olehnya ia mempunyai kehendak bebas untuk memilih. Akan tetapi melalui ayat ini Tuhan memberitahu kita kebenaran yang jauh lebih besar. Kita berada di tangan Tuhan, di dalam hubungannya dengan hal-hal yang sangat penting, yaitu apakah kita termasuk diantara orang-orang yang percaya kepada Kristus atau bukan.
 
Jika manusia berdosa belum dibuang ke hukuman kekal, itu semata-mata manusia tersebut masih berada di tangan Tuhan, dan Dia masih menahannya. Jika kita masih berpikir bahwa kitalah tuan atas diri kita sendiri dan diri kita sendirilah yang menentukan nasib kita kelak, maka kita harus segera menyadarinya bahwa itu salah. Semua yang kita miliki, baik itu kesehatan, harta, pikiran, dan lainnya, itu semua karena Tuhan lah yang memegang kita. Apa yang terjadi kepada kita, itu semata-mata hanyalah karena kehendak Tuhan.
 
Yang kedua, kita harus ingat bahwa ayat ini juga bicara mengenai tindakan yang agung dari Allah Bapa di sepanjang jaman, di mana sebagian manusia berdosa yang berada di tangan-Nya, Tuhan masih menangguhkan murka-nya terhadap mereka. Mereka telah diserahkan kepada Tuhan Yesus Kristus semata-mata oleh karena belas kasihan-Nya.
 
“Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku”
 
Ini adalah salah satu pernyataan agung di dalam Alkitab yang sering dipahami di dalam konsep anugerah yang tidak dapat ditolak (irresistible grace). Dalam arti sederhananya bahwa anugerah Allah tidak akan mungkin gagal. Rencana keselamatan yang Tuhan tetapkan pasti tergenapi secara sempurna. Tuhan bukan saja perancang dari rencana keselamatan itu, tetapi Dia juga yang akan memastikan rencana keselamatan itu dikerjakan dan diselesaikan dengan sempurna. Tuhan memanggil manusia untuk kembali kepada-Nya tanpa ada unsur paksaan ataupun unsur manipulasi. Tuhan memanggil manusia dengan kasih-Nya yang agung sehingga membuat manusia dengan rela datang kepada-Nya.
 
Sekali lagi kita diingatkan akan natur manusia berdosa yang tidak dapat dan tidak memiliki kemampuan untuk memilih percaya serta kembali kepada Tuhan. Manusia berdosa tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Sebagaimana seseorang yang sudah mati, ia tidak dapat membuat dirinya sendiri hidup kembali. Hanya Tuhanlah, berdasarkan kasih karunia-Nya yang sanggup membawa manusia untuk kembali kepada-Nya.
 
Tentu kita mengingat cerita Lazarus yang telah mati. Yesus memanggilnya, lalu Lazarus memberi respon datang kepada-Nya. Mengapa ini bisa terjadi? Karena Yesus melakukan mukjizat membangkitkan Lazarus dari kematian. Prinsip yang sama juga terjadi ketika manusia yang sudah mati karena dosa-dosanya. Oleh karena kasih Tuhan dia bisa kembali dan percaya kepada Yesus.
 
“dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”
 
Bagian ini menunjukkan kepada kita betapa ini sebuah panggilan dan janji yang agung. Sifatnya universal dan tanpa ada batasan. Siapapun, dalam keadaan apapun, dari jaman manapun dapat datang kembali kepada Tuhan. Dan yang penting adalah Yesus tidak akan menolaknya. Kata “datang” di dalam ayat ini sangat jelas bicara iman ketika datang kepada Yesus. Meski manusia berada di dalam dosa yang besar, justru Yesus bukan memanggil orang yang benar, akan tetapi Dia ingin orang berdosa itu bertobat dan kembali kepada-Nya. Dan Dia berjanji tidak akan membuangnya.
 
Akhirnya ayat ini juga telah memberikan dorongan yang besar kepada kita, semua orang-orang percaya, untuk dengan rajin dan gigih bekerja bagi Allah mengabarkan berita Injil keselamatan ini kepada semua orang di sepanjang hidup kita. Mengapa? Karena kita tidak tahu siapa saja mereka yang ada di tangan Tuhan, yang termasuk akan diserahkan kepada Yesus. Kita harus terus mengabarkan kabar baik ini, walaupun terkadang hasilnya ataupun responnya tidak sesuai dengan harapan kita. Ada di satu masa di dalam sejarah manusia ketika Injil diberitakan terkesan seolah-olah gagal. Namun akan ada juga di masa yang lain ketika Injil diberitakan akan mendapat respon yang sangat luar biasa, banyak orang menjadi percaya dan kembali datang kepada Yesus. Apapun itu, kita sebagai orang-orang percaya dengan sukacita harus mengerjakan bagian kita dengan mengabarkan berita keselamatan ini di manapun Tuhan tempatkan kita. Karena apa? Karena janji Tuhan di Yohanes 6:37 ini. “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”.
 
[ Ranto Siburian ]