KRISTUS: INISIATOR ESKATOLOGIS
_oOo_
 
Pengantar.
 
Sejarah penebusan yang dikerjakan Allah bagi keselamatan manusia berdosa dimulai dari peristiwa kelahiran. Pertanyaannya, kenapa harus dimulai dari sana? Apa tidak ada cara lain yang lebih besar, lebih agung, dan lebih mulia yang dapat Allah pilih untuk memulai karya keselamatan bagi kita dan dunia yang berdosa ini? Tetapi Alkitab dengan tegas menyatakan demikian, bahwa melalui kelahiran [Kristuslah] rencana Allah yang besar itu dimulai. Itu sebabnya penting bagi kita untuk memahami mengapa Tuhan Allah menggunakan peristiwa ini untuk menggenapkan rencana keselamatan-Nya.
 
Kejatuhan tidak menggagalkan penebusan.
 
Alkitab menyatakan bahwa kita diselamatkan oleh karena Kristus telah mati bagi dosa kita melalui iman kepada-Nya. Akan tetapi kita perlu mengerti bahwa kematian-Nya itu tidak mungkin dapat dipisahkan dari kelahiran-Nya. Kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa membuat mereka terpisah dari Allah. Akibatnya mereka harus hidup dengan penuh pengeluhan di dalam dosa. Namun realita kejatuhan tidak pernah menggagalkan rencana Allah. Allah tetap melanjutkan karya-Nya dengan memulai rencana keselamatan bagi manusia. Perkataan Allah kepada si ular menegaskan hal itu. Dalam Kejadian 3:15 dikatakan: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Ayat ini menegaskan bahwa Allah-lah inisiator dari permusuhan antara keturunan si ular dan keturunan si perempuan. Dan pada akhirnya keturunan perempuan itu kelak akan meremukkan kepala keturunan si ular. Melalui benih keturunan si perempuan itulah akan lahir pribadi yang dijanjikan Allah, yang akan datang sebagai Mesias, Raja dan Juruselamat. Dialah pengharapan bagi seluruh bangsa dan dunia yang berdosa ini. Dialah kegenapan hukum Musa dan kitab para Nabi (lihat Kis. 28:23), yang kelak akan datang untuk meremukkan dan menghancurkan keturunan si ular.
 
Penciptaan terkoneksi dengan sejarah penebusan (redemptive history).
 
Siapakah dia, perempuan yang menerima janji Tuhan yang mulia dan yang melalui keturunannya kelak akan lahir benih yang dijanjikan itu? Di dalam kitab Perjanjian Lama, khususnya Mikha 5:1-2 dikatakan: “… dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala (dalam bahasa aslinya: sudah ada di dalam kekekalan). Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan...” Di dalam ayat ini terlihat Mikha sedang menghubungkan dua titik yang berjauhan di dalam rentang waktu sejarah, yaitu perempuan yang melaluinya benih yang dinanti itu akan datang dan Dia, benih yang dinantikan itu. Perempuan itu adalah puteri Sion, yaitu Israel yang sisa yang tetap setia kepada Tuhan. Benih itu akan datang dari garis keturunan Daud dan kelak akan memerintah Israel. Di Betlehem akan lahir tunggul Isai, keturunan Daud, yang akan memerintah umat-Nya. Dia sudah ada di dalam kekekalan dan selamanya tetap sebagai Raja. Dia adalah benih yang dinantikan dan akan lahir melalui garis keturunan perempuan itu. Yesaya 7:14 menegaskan kembali hal ini. Bahwa perempuan itu disebutkan sebagai perempuan muda yang akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Imanuel.
 
Di kitab Perjanjian Baru khususnya Matius 1:18, 23 dan Lukas 1:31, 34-35, kita melihat bahwa janji itu digenapkan. Perempuan yang dimaksudkan itu menunjuk kepada seorang dara Maria yang mengandung benih yang kudus, sebagaimana dimaksudkan oleh kitab para Nabi. Maria dipilih Allah untuk mengandung benih yang berasal dari Roh Kudus, bukan dari daging (melalui persetubuhan manusiawi). Dengan pengertian ini, jelas bagi kita bahwa di Natal pertama itu, suatu era yang baru (the new era) telah dimulai, yaitu masuknya benih yang tidak berasal dari daging dan tidak tercemar oleh dosa ke dalam sejarah.
 
Kristus, benih yang kudus dan inisiator eskatologi.
 
Puji Tuhan, inilah pengharapan kita. Mazmur 51:7 berbicara tentang Daud yang menangisi keberadaan dirinya sebagai orang berdosa, bahkan dikatakan keberdosaannya itu telah ada sejak ia dikandungan ibunya. Demikian dikatakan pemazmur, “Sesungguhnya dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku (Mzm. 51:7), Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat” (Mzm. 58:4). Dalam Ayub 15:14 juga dikatakan, “Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?” Dari ayat-ayat ini kita mengerti bahwa dosa sesungguhnya sudah menjalar sejak benih manusia ada di dalam kandungan. Namun benih yang berasal dari Roh Kudus itu sama sekali tidak tercemar dosa. Ia kudus adanya. Dan Lukas menegaskan hal ini, “…sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk. 1:35). Oleh sebab itu Natal pertama telah mengawali pemisahaan dua realita kosmik, yaitu daging dan Roh, dan sekaligus menegaskan dimulainya era eskatologis.
 
Dalam buku All the Mesianic Prophecies of the Bible, Herbert Lockyer dengan mengutip perkataan Prof. James Orr mengatakan, “Doctrinally it must be repeated that the belief in the Virgin Birth of Christ is of the highest value for right apprehension of Christ’s unique and sinless personality. He came from above, inherited no guilt, needed no regeneration or sanctification, but became Himself the Redeemer, Regenerator, Sanctifier, for all who receive Him.” Artinya: secara doktrin kita harus menanamkan keyakinan bahwa apa yang kita percayai mengenai kelahiran Kristus melalui seorang perawan merupakan jaminan tertinggi atas apa yang kita pahami mengenai keunikan pribadi Kristus dan pribadi yang tidak berdosa itu. Dia berasal dari atas (surga), tidak mewarisi kesalahan, tidak memerlukan kelahiran baru atau pengudusan, tetapi Ia adalah Penebus itu sendiri, Ia adalah pribadi yang melahirbarukan, pribadi yang menguduskan, bagi mereka yang menerima-Nya (terjemahan bebas penulis).
 
Kejatuhan Adam dan Hawa mengakibatkan seluruh umat manusia takluk pada kematian. Namun melalui benih yang kudus itu kelak akan datang penebusan yang mulia. Datangnya penebusan yang mulia itu telah terlebih dahulu diberitakan melalui nubuat yang mulia (the precious prophecy of redemption). Benih yang datang melalui perempuan itu adalah kegenapan nubuat itu. Benih itu adalah Yesus Kristus, Juruselamat yang datang melalui perawan Maria. Dengan demikian, sekali lagi kita mengerti bahwa kelahiran Kristus merupakan kunci untuk memahami hukum Musa dan seluruh nubuat para nabi. Herbert Lockyer dibuku yang sama kembali mengatakan, “The drama of fulfilled prophecy is most evident in connection with the birth of Jesus, the details of which were exactly accomplished when He was born of Mary.” Artinya: drama dari kegenapan nubuat itu adalah bukti nyata di dalam hubungannya dengan kelahiran Yesus, yang secara detail terpenuhi ketika Ia lahir dari Maria (terjemahan bebas penulis).
 
Penutup.
 
Kelahiran Kristus mengawali sebuah era yang baru, karena Ia lahir dari benih yang kudus, lahir dari seorang perawan Maria. Kristus sebagai inisiator dari era yang baru itu menjadi berita sukacita besar bagi seluruh umat manusia. Melalui Kristus sajalah keselamatan yang dinantikan itu tiba yang tergenapi mulai dari kelahiran-Nya dan terus berjalan maju menuju puncaknya di dalam karya penebusan Kristus di kayu salib, yaitu kematian dan kebangkitan-Nya untuk menebus dosa umat-Nya.
 
Bagaimana dengan kita? Sudahkah Natal ini berdampak nyata dalam perubahan hidup kita? Sudahkah hidup kita terus diperbarui sehingga nyata kita sudah hidup di dalam keselamatan yang sudah Allah kerjakan? Jelaslah, hanya oleh karena Kristuslah kita memperoleh penebusan sehingga kita beroleh hidup yang baru di dalam Dia.
Selamat Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Tuhan memberkati.
[ Mulatua ]