Joy To The World
_oOo_
 
Joy to the world! The Lord is come!
Let earth receives her King!
Let every heart prepare Him room
And heaven and nature sing
And heaven and nature sing, and heaven and heaven and nature sing
 
 
Pendahuluan
 
Lagu pujian Joy To The World karya Isaac Watts (1674-1748) diinspirasikan oleh Mazmur 98:1-9 di mana pemazmur mengingatkan umat Israel akan pengharapan besar mereka mengenai kedatangan Juruselamat. Bumi dikatakan akan menikmati sukacita tersebut. Firman Tuhan di dalam Mazmur 98 ini digambarkan juga dalam Lukas 2:10-11: “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud””.
 
Pembahasan
 
Lagu ini mengajak kita semua untuk berpusat kepada Kristus. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14). Kristus adalah Kekal. Ia sudah ada sebelum dunia diciptakan, Ia tetap terus ada, Ia adalah salah satu pribadi dari Allah Tritunggal yang menciptakan dunia. “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Yohanes 17:5). Kata Tuhan kepada orang-orang Yahudi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada” (Yohanes 8:58).
 
Kristus sudah ada sebelum dunia diciptakan. Ia berinkarnasi menjadi manusia yang pada akhirnya akan menghakimi dunia yang berdosa. “Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi oleh seorang yang telah ditentukan-Nya, sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati” (Kisah Para Rasul 17:31). “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yohanes 1:1).
 
Hal ini menuju kepada Kristus sebagai Penebus manusia yang melaksanakan tugas sebagai Nabi, Imam dan Raja.
 
Sebagai Nabi: Kristus adalah utusan Allah, pembawa berita dalam menyampaikan Firman Tuhan. “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yohanes 1:18).
 
Sebagai Imam: Kristus mempersembahkan diri-Nya sebagai persembahan yang sempurna. “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7:25).
 
Sebagai Raja: Kristus memerintah seluruh dunia. “Jawab Yesus: “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini” (Yohanes 18:36).
 
Penutup
 
Melalui lagu pujian Joy To The World kita dapat mengungkapkan rasa syukur kita akan betapa besarnya karya pengorbanan Kristus yang telah menyelamatkan manusia. Sudah seharusnyalah kita yang diselamatkan-Nya berbagian dalam menggenapi rencana Tuhan dan memuliakan-Nya sepanjang hidup kita.
 
Selamat Natal 2008 dan Tahun Baru 2009, Tuhan memberkati.
 
[ Elvry Sari Intan ]
Persekutuan Studi Reformed