Keselamatan: Bersatu dengan Kristus
_oOo_
 
Some day the silver chord will break,
And I no more as now shall sing
But oh, the joy when I shall wake
Within the palace of the King

And I shall see him face to face
And tell the story saved by Grace
And I shall see Him face to face
And tell the story saved by Grace
 
 
Syair di atas merupakan salah satu penggalan bait dari sebuah karya lagu Hymne Saved by Grace yang diciptakan oleh seseorang yang hidupnya sungguh mengasihi Tuhan yang bernama Fanny J. Crosby. Dia terlahir pada tanggal 24 Maret 1820 di Putnam County, New York dan dalam usia 6 minggu dia mengalami kebutaan yang disebabkan karena kesalahan diagnosa dokter yang merawatnya. Namun demikian sejarah mencatat bagaimana melalui hidupnya justru muncul karya-karya besar lagu hymne yang mampu mempengaruhi dan menjadi berkat bagi dunia. Lebih dari 8000 karya lagu hymne telah dihasilkan oleh tangannya dan itu semua telah menjadi berkat bagi dunia dan salah satunya adalah lagu Saved by Grace di atas. Di dalam hidup Fanny J. Crosby, kita melihat sebuah kesaksian hidup dari seorang yang memiliki iman yang besar kepada Tuhan yang mana di dalam kebutaannya, justru dia melihat kebesaran Tuhan.
 
Lagu Saved by Grace merupakan salah satu lagu ciptaannya yang sangat menggugah perasaan dan hati kita bagaimana seorang buta oleh karena kesalahan orang lain harus menanggung itu semua. Akan tetapi dalam kondisi tersebut, dia tidak pernah menyimpan dendam kepada dokter yang menyebabkan kebutaannya, tetapi di dalam kondisi tersebut dia mampu melihat kebaikan Tuhan yang terus memberkati apapun yang dia kerjakan. Tuhan juga memberikan kepadanya orang tua yang taat kepada Tuhan dan seorang nenek yang setiap harinya memperkenalkan Tuhan melalui cerita-cerita yang terus diperdengarkannya.
 
Diselamatkan oleh Anugerah
 
Ketika berbicara mengenai doktrin keselamatan, kita tidak bisa melepaskannya dari konsep Ordo keselamatan. Ordo keselamatan tidak boleh dipahami sebagai suatu urutan atau langkah-langkah yang bertahap di dalam keselamatan, seperti regenerasi – konversi – pembenaran – pengudusan – ketekunan. Ordo keselamatan harus dipahami sebagai aspek-aspek yang berbeda di dalam keselamatan yang bekerja secara simultan dan interaktif di mana kita juga dapat membedakan aspek-aspek tersebut. Aspek pertama, iman dan pertobatan, merupakan bagian manusia yang mengerjakannya meskipun hal itu hanya bisa dikerjakan di dalam kekuatan Allah. Aspek lainnya yaitu regenerasi dan pembenaran adalah bagian Allah yang mengerjakan. Sedangkan ketekunan dan pengudusan merupakan suatu tindakan yang berkelanjutan yang bersifat progresif.
 
Keselamatan tidak mungkin diperoleh oleh karena perbuatan baik, melainkan melalui pembaharuan yang dikerjakan dan diaplikasikan Roh Kudus di dalam hidup kita.(Titus 3:5). Rasul Paulus mengajarkan hal ini kepada Jemaat Galatia agar mereka sadar bahwa hidup mereka adalah hidup oleh Roh. (Galatia 5:25), dan Tuhan sendiri mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Roh memberi hidup yang kekal. (Yohanes 6:63). Peranan utama Roh Kudus dalam proses keselamatan kita adalah dengan menyatukan kita dengan Kristus. Ini merupakan pekerjaan, kuasa dan karunia-Nya. Hidup oleh kekuatan Roh berarti bersandar kepada-Nya untuk mendapat kekuatan rohani yang diperlukan dan mengunakan kekuatan tersebut dengan iman untuk menghadapi berbagai permasalahan yang kita hadapi.
 
Kesatuan dengan Kristus
 
Inti dari doktrin keselamatan adalah kesatuan dengan Kristus (Union with Christ). John Calvin pernah mengatakan, kita harus memahami bahwa selama Kristus tetap berada di luar kita dan kita masih terpisah dari-Nya, maka semua penderitaan yang dialami-Nya dan dilakukan-Nya untuk keselamatan umat manusia tidak akan berguna. Semua yang dimiliki Kristus menjadi tidak berarti bagi kita sampai kita bertumbuh ke dalam kesatuan tubuh dengan-Nya. Kita tidak mungkin diselamatkan sampai kita menjadi satu dengan Kristus. Roh Kudus adalah oknum yang mengaplikasikan kesatuan dengan Kristus tersebut di dalam hidup kita serta menjaga kita untuk tetap berada dalam kesatuan itu. Akar dari kesatuan dengan Kristus merupakan keputusan anugerah Allah yang ditetapkan sebelum dunia diciptakan yaitu untuk menyelamatkan umat-Nya, bukan karena kelayakan atau kecakapan kita. Allah memilih kita supaya kita dapat hidup kudus dan tidak bercacat cela di hadapan-Nya ini. Anugerah Allah yang besar ini menunjukkan bahwa tidak ada alasan bagi kita untuk memegahkan diri sebagai umat pilihan.
 
Pertobatan sejati Fanny J. Crosby dialami dan dimulai ketika terjadi guncangan hebat di dalam hatinya oleh karena kematian teman-teman dekatnya akibat wabah kolera tahun 1849. Dalam kondisi itu, dia menyadari bahwa sesungguhnya ia belum siap mati. Pada 20 November 1850 ia berlutut di depan mimbar gereja dan memberikan hatinya kepada Yesus. Basil Miller, penulis biografinya, mengutip perkataannya: “Untuk pertama kali saya menyadari bahwa saya telah mencoba memegang dunia di salah satu tangan dan Tuhan di tangan yang lain.” Pada akhirnya, Tuhan yang dahulu diperkenalkan oleh neneknya kini menjadi nyata baginya.
 
Dasar dari kesatuan dengan Kristus adalah karya penebusan Kristus yang hanya diberikan kepada kelompok tertentu. Yohanes 10:11 dengan jelas mengatakan: “Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawa kepada domba-dombanya.” Itu sebab, karya keselamatan melalui Kristus hanya dilakukan bagi umat-Nya sehingga terjadi kesatuan yang aktual antara Kristus dan umat kepunyaan-Nya. Kesatuan aktual yang dibangun antara Kristus dan umat-Nya dapat dijelaskan sebagai berikut:
 
  1. Disatukan dengan Kristus di dalam regenerasi.
     
    Regenerasi disebut sebagai kelahiran baru yaitu suatu tindakan Roh Kudus dengan membawa seseorang ke dalam kesatuan yang hidup dengan Kristus, sehingga pribadinya yang dulu mati secara rohani menjadi hidup secara rohani. Kata “mati” di sini menggambarkan bahwa kematian kita itu disebabkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran kita dan menjadi hidup di sini berarti dalam waktu yang ditetapkan oleh Allah kita berbagian di dalam kehidupan Kristus dan menjadi hidup secara rohani. Hal ini berarti regenerasi terjadi ketika untuk pertama kali kita disatukan dengan Kristus untuk di selamatkan. Kita mendapat manfaat dari kesatuan ini dan terus hidup di dalam kesatuan ini melalui iman. Kata Iman ini sering kali disalah artikan oleh banyak orang. Kata ”iman” sering dipakai ketika orang hendak mengklaim apa yang diinginkan dengan mengatas namakan anak Allah. Bila seseorang tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan berarti ia kurang beriman. Pemahaman tersebut salah besar. Mari kita belajar mamahami pengertian iman menurut Alkitab. Sebelumnya kita sudah mengerti bahwa kita dapat beriman oleh karena kekuatan Allah. Beriman seperti apa yang dimaksudkan di sini? Dalam Galatia 2:19-20, Paulus menuliskan: “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan aku lagi sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Inilah pernyataan yang begitu kuat yang dirasakan oleh Rasul Paulus di dalam kesatuan dengan Kristus. Meskipun masih hidup di dalam daging, tetapi tidak lagi diperbudak oleh keinginan daging atau dosa. Paulus boleh menerima kekuatan dari Kristus yang berdiam dalam dirinya melalui iman. Iman berarti menjalani kehidupan kita sehari-hari di dalam kesadaran yang memberikan sukacita bahwa Kristus hidup di dalam kita.
     
  2. Kita dibenarkan di dalam kesatuan dengan Kristus.
     
    Pembenaran adalah tindakan Allah mengimputasikan kebenaran Kristus kepada orang-orang percaya dan memperhitungkannya sebagai kebenaran sempurna Kristus sehingga mereka semua diampuni dan diperhitungkan benar secara sempurna di hadapan Allah. Pembenaran ini dilakukan di dalam kesatuan dengan Kristus di mana kita diselamatkan karena kita berada dalam Kristus. Dia adalah kebenaran itu sendiri dan kita dibenarkan hanya karena kita berada di dalam-Nya. Pembenaran yang dianugerahkan kepada kita seharusnya membuat kita berespon sama seperti apa yang Paulus responi yaitu dulu bersandar pada apa yang dianggap membawa keuntungan dan layak mendapatkan keselamatan karena perbuatannya, sekarang belajar melihat semua hal tersebut adalah kerugian karena Kristus.
     
  3. Kita dikuduskan melalui kesatuan dengan Kristus.
     
    Pengudusan sebagai karya Allah di sini bersifat progresif artinya terus memperbaharui kehidupan orang percaya dan memampukannya untuk hidup memuliakan Allah. Hal ini hanya bisa terjadi apabila kita tetap hidup di dalam Kristus. Yohanes 15:4-5 menggambarkan dengan jelas bahwa hanya di dalam Kristus kita dapat menjalankan kehidupan yang dipersembahkan bagi Allah. Dan melalui karya pengudusan inilah dapat memampukan kita untuk terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan.
     
  4. Kita bertekun dalam kehidupan beriman di dalam kesatuan Kristus.
     
    Ketekunan orang-orang kudus bergantung pada ketekunan Allah memelihara mereka untuk terus bertekun di dalam Tuhan. Dan berkat ketekunan tersebut hanya dapat diperoleh melalui kesatuan dengan Kristus. Yohanes 10:27-28 dan Roma 8:38-39 menyatakan bahwa kasih Allah yang darinya kita tidak akan dipisahkan adalah kasih Allah dalam Kristus. Hanya di dalam Kristuslah kasih itu dapat dinyatakan dan kita alami. Hanya dengan di dalam Kristus sajalah kita mampu bertekun sampai pada akhirnya, karena tidak ada satupun atau sesuatupun di dalam dunia ini yang mampu memisahkan kita dari Kristus dan dari kasih Allah yang ada di dalam Kristus.
     
  5. Kita mati di dalam Kristus.
     
    Yang menjadi penghiburan bagi kita orang percaya bukan hanya di dalam kehidupan ini tetapi juga di dalam kematian. Bagi orang percaya, bukan hanya ketika hidup saja hidup kita untuk Tuhan bahkan sampai kematianpun kita tahu bahwa kita tetap berada dalam Tuhan. Bagi orang percaya, hidupnya bukan hanya miliknya sendiri tetapi juga milik Kristus, hal ini mencakup tubuh, jiwa, kehidupan dan kematian.
     
  6. Kita dibangkitkan dengan Kristus.
     
    Saat ini sebagai orang percaya kita menjalani kehidupan ini dengan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan. Tetapi kita tahu bahwa akan ada lagi kehidupan setelah kematian. I Korintus 15:22 berkata: “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.” Pada bagian ini Paulus tidak sedang berbicara mengenai kebangkitan orang tidak percaya (unbeliever) melainkan kebangkitan orang percaya (believer) yaitu mereka yang adalah milik Kristus. Karena Kristus adalah kepala kita, kebangkitan-Nya merupakan jaminan bahwa kita yang adalah milik-Nya juga akan dibangkitkan sama seperti Dia dan kebangkitan tersebut adalah dalam pengertian kebangkitan secara fisik.
     
  7. Kita akan dimuliakan dengan Kristus secara kekal.
     
    “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri yang akan turun dari sorga dan mereka yang mati di dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong diangkasa. Demikian kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan(I Tesalonika 4:16-17). Bagian ini menjelaskan tentang apa yang akan terjadi pada saat Kristus datang kembali ke dunia yaitu orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkitkan terlebih dahulu dan kemudian mereka yang pada saat itu masih hidup dan yang masih tinggal akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ini merupakan penghiburan bagi orang percaya untuk terus setia hidup di dalam Tuhan karena kita akan berada di dalam dan dengan Kristus di dalam kekekalan dan berbagian dalam kemuliaan-Nya.
 
Penutup
 
Sekarang kita mengerti bahwa keselamatan yang kita terima merupakan anugerah Allah semata. Itu sebab, kita yang sudah mengerti harus meresponi anugerah itu dengan melakukan apa yang menjadi tugas kita hidup di dunia yaitu memberitakan Injil keselamatan itu ke seluruh dunia. Roma 10:13-15 berkata: “Sebab barang siapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia? Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakannya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakannya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik.
 
Memberitakan Injil merupakan tugas kita dan hasil dari pemberitaan itu sepenuhnya merupakan kedaulatan dan anugerah Allah. Tugas kita adalah bagaimana mempengaruhi dunia lewat hidup kita.
 
And I shall see him face to face
And tell the story saved by Grace
And I shall see Him face to face
And tell the story saved by Grace
 
Fanny J. Crosby meninggal dunia di usianya yang ke-95 pada 12 Februari 1915 di rumahnya, Bridgeport, Connecticut. Kerumunan orang pada saat pemakamannya adalah bukti pengaruh yang kuat dan luas yang dia miliki bagi Tuhan. “And I shall see Him face to face and tell the story - saved by grace/ Dan aku akan bertemu muka dengan-Nya dan menuturkan kisah - diselamatkan oleh anugerah.” Bagian reffrein dari lagu Saved by Grace ini mencerminkan apa yang paling diharapkan dan dinantikan di dalam hidupnya yang mengalami kebutaan secara fisik yaitu ketika suatu saat nanti dia dapat bertemu muka dengan muka dengan Tuhan, Penciptanya.
 
Biarlah di dalam seluruh hidup ini, kita tetap hidup di dalam anugerah Tuhan yang sudah menyelamatkan kita yaitu hidup berbuah dan mempermuliakan Tuhan yang terlebih dahulu sudah memberikan hidup-Nya bagi kita. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.
 
Selamat Natal 2008 dan Tahun Baru 2009, Tuhan memberkati.
 
[ Eva Paula Siburian ]
Persekutuan Studi Reformed