Natal adalah
Mengalami Kesesakan di dalam Anugerah Tuhan
_oOo_
 
 
Pengantar
 
Pada saat ini kita melihat bahwa kebanyakan orang Kristen memandang Natal merupakan suatu tradisi atau budaya untuk dirayakan. Natal lebih merupakan suatu perayaan yang bersifat entertainment. Orang Kristen lebih suka menghadiri kebaktian Natal yang lebih menekankan kepada hiburan layaknya sebuah pesta. Bahkan ada hamba Tuhan dalam merayakan Natal larut dalam kondisi tersebut sehingga tidak lagi memberitakan kebenaran tapi lebih kepada keinginan jemaat.
 
Pendahuluan
 
Melihat keprihatinan di atas dalam artikel ini penulis bermaksud mengajak pembaca untuk memahami bahwa berita kelahiran Kristus tidak turun dalam keadaan nyaman dan penuh dengan entertainment sebagaimana dipandang secara sekuler. Berita kelahiran Kristus turun dalam kondisi yang sesak, penuh tekanan dan konflik budaya. Untuk itu penulis menganalisa ayat-ayat berikut ini.
 
Anallsis Alkitab
 
 
Matius 1:18-20
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud rnencereikannva dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus”.
 
 
Analisa:
 
  1. Ayat 18
     
    Di dalam kebudayaan Yahudi pertunangan merupakan pengikatan janji dua orang yang diikut sertai dengan pembayaran sejumlah tanda jadi pernikahan. Umumnya berlangsung selama setahun sebelum pernikahan dilangsungkan. Dalam masa itu kedua belah pihak tidak melakukan hidup sabagai suami isteri. Dalam konteks ini ayat 18 bermaksud menyampaikan bahwa Maria tetap seorang perawan hingga saat ia melahirkan Tuhan Yesus.
     
  2. Ayat 19
     
    Sehubungan dengan ayat 18, setiap perzinahan yang terjadi sebagai pelanggaran terhadap hukum Perjanjian Lama dapat dikenai hukuman mati dengan cara dilempari batu (perhatikan Ulangan pasal 22:23-24). Pada era Perjanjian Baru, apabila seorang wanita yang sudah bertunangan tetapi telah kedapatan mengandung tanpa diakibatkan ia berhubungan seksual dengan tunangannya, maka pria itu dapat menceraikannya. Dalam konteks ini ayat 19 bermaksud menyampaikan bahwa berita tentang kehamilan Maria merupakan sesuatu yang Mengejutkan dan mengecewakan Yusuf. Itu sebab ia bermaksud mempergunakan hak menceraikan, sekalipun ia melakukannya dengan diam-diam agar Maria tidak dipermalukan.
     
  3. Ayat 20
     
    Maria benar-benar berada di dalam keadaan yang menyulitkan. Perintah Tuhan untuk melahirkan bayi Kristus turun kepada Maria tanpa diketahui terlebih dahulu oleh Yusuf. Allah tidak perlu bertindak seturut ijin manusia, sekali pun itu Yusuf, tunangan Maria. Ia bebas bertindak berdasar anugerah-Nya atas Maria. Di saat yang sulit dan memojokkannya itu, Tuhan Allah menyatakan intervensinya. Pada saat Yusuf tertidur, malaikat Tuhan datang melalui mimpi dan menyatakan kepadanya bahwa bayi yang telah dikandung oleh Maria, tunangannya itu, merupakan benih yang berasal dari Allah Roh Kudus. Itu sebab dikatakan malaikat Tuhan kepadanya “jangan takut,” Yusuf dikuatkan untuk menanggung panggilan mulia yang turun atas Maria dan dirinya. Mereka berdua akan menanggung pekerjaan Tuhan yang besar.
 
Terobosan Yang Diberi Alkitab
 
  1. Aspek biologis dan struktur masyarakat
     
    Hidup manusia memang tidak terlepas dan aspek biologis. Akan tetapi harus disadari bahwa aspek biologis tidak boleh mereduksikan hidup kita. Kekecewaan Yusuf terhadap kehamilan Maria merupakan tanda bahwa pada saat itu ia hanya melihat kehamilan Maria berdasarken pandangan mata manusia. Akan tetapi Yusuf kemudian harus belajar, bahwa apa yang dijalani Maria dan juga dirinya merupakan bentukan Tuhan atas hidup mereka.
     
  2. Aspek iman dari realita
     
    Manusia tidak mungkin hidup tanpa iman. Iman merupakan aspek di bawah mana hidup manusia ditundukkan. Yang membedakan adalah arah iman, yaitu arah yang memuliakan Tuhan dan arah yang berorientasi kepada diri manusia sendiri. Di dalam peristiwa ini Yusuf belajar bahwa apa yang mereka berdua jalani merupakan panggilan untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan yang melampaui apa yang dapat dipikirkan manusia.
 
Tlnjauan Kritis Atas Sekularisasi Kekristenan
 
Berdasarkan analisis Alkitab tersebut kita dapat meninjau secara kritis bahwa fenomena dan kesadaran kebanyakan orang Kristen dewasa ini merupakan sesuatu yang sangat jauh dari Natal yang sesungguhnya. Penulis mengidentifikasi setidaknya sejumlah kelemahan kebanyakan Kristen sebagai berikut ini:
 
  1. Kelemahan visi
     
    Tidak ada visi yang utuh, yang ada hanya gerakan spontanitas yang bersifat emosional, tidak berkomitmen dan tidak berakar kepada pengajaran yang dapat dipertanggung-jawabkan kebenarannya.
     
  2. Ketiadaan pemahaman Alkitab yang utuh
     
    Tidak ada pemahaman Alkitab secara utuh, yang ada hanya letupan ekspresi secara eksistensial. Hal ini menyebabkan kebanyakan orang Kristen memahami kebenaran Alkitab secara sepotong-sepotong dan tidak utuh. Tidak mengherankan banyak orang Kristen menyukai ide-ide kontemporer dan popular untuk diadopsi dan disinkretisasi.
 
Kesimpulan
 
Berita Natal adalah berita kelahiran Tuhan Yesus. Biarlah setiap kita sebagai orang percaya memahami dan mengerti benar peristiwa kelahiran Tuhan Yasus, sehingga dalam merayakan Natal kita tidak terbawa arus sekuler. Suatu sukacita Tuhan menganugerahkan suatu wadah untuk melayani Tuhan dan mengerjakan pekerjaan Tuhan yaitu Persekutuan Studi Refonned.
 
Selamat Natal 2008 dan Tahun Baru 2009, Tuhan memberkati.
 
[ Bintang Sihite ]
Persekutuan Studi Reformed