Penciptaan dan Pendidikan Kristen
_oOo_
 
 
Penciptaan oleh Firman
 
Sebelum manusia diciptakan, Allah terlebih dahulu menciptakan alam beserta segala isinya yang dikatakan baik adanya. Hal tersebut dimaksudkan agar alam dapat ditempati dan digarap oleh manusia bagi kemuliaan-Nya (Kej. 2:15). Dunia diciptakan dengan keberaturan yang menyatakan hikmat-Nya. Berikut ini adalah norma-norma dalam ciptaan Tuhan:
 
  1. Manusia adalah gambar dan rupa Allah.
    Sebagai makhluk ciptaan Allah yang istimewa, manusia diciptakan sebagai penanggung-jawab, penggarap dan pengembang ciptaan-Nya.
     
  2. Allah sebagai Pencipta dan manusia sebagai Ciptaan.
    Dalam relasi ini Allah memberkati makhluk ciptaan-Nya dan memberi mereka kekuasaan atas bumi.
 
Oleh karena tatanan ciptaan memang telah menyimpan bijaksana dan hikmat Tuhan, maka relasi antara pencipta dan ciptaan serta pengwahyu dan penerima wahyu seharusnya dapat dimanifestasikan pada ilmu pengetahuan.
 
Kejatuhan dan Dampaknya bagi IImu Pengetahuan
 
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa terjadi kerusakan tiga relasi: antara Allah dengan manusia, manusia dengan manusia lainnya serta manusia dengan alam. Dengan rusaknya relasi ini manusia merusak dan mengeksploitasi alam untuk kepentingan dan keuntungan dirinya sendiri. Rusaknya lingkungan hidup (baik akibat bencana alam maupun kerusakan-kerusakan lainnya) merupakan akibat dari rusaknya relasi-relasi tersebut yang pada akhirnya menyengsarakan manusia itu sendiri.
 
Relasi yang telah rusak akibat dosa tersebut telah merusak seluruh aspek hidup manusia serta kebudayaan-kebudayaan yang dihasilkannya. Termasuk di dalamnya adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dibakukan dalam kurikulum pendidikan. Itu sebab pendidikan sekuler didasarkan atas asumsi bahwa keberadaan Allah itu dapat kita ketahui hanya berdasarkan atas data-data ilmiah yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Allah yang sedemikian itu pada dasarnya merupakan Allah yang terbatas, karena menurut para sekularis tersebut, ia adalah sesuatu yang dibatasi oleh fakta-fakta ilmiah. Dengan kata lain, menurut Cornelius Van Till, pendidikan sekuler membawa manusia untuk berhadapan langsung dengan dunia dan di dalamnya tidak ada Allah (Godless education).
 
Tugas Pendidikan Pendidikan Kristen dan Penyelenggara
 
Berlainan dengan pendidikan sekuler yang menolak pemahaman bahwa manusia diciptakan Allah dan untuk bertanggungjawab kepada-Nya. Tugas pendidikan Kristen adalah merumuskan disiplin akademik dan kurikulum pendidikan yang didasarkan atas pengakuan akan Allah sebagai Pencipta dan Penebus. IImu pengetahuan dan pendidikan harus menjadikan anak didik sebagai pribadi-pribadi yang mengenal Allah dan memuliakan-Nya. Nicholas P. Wolterstorff di dalam bukunya “Mendidik Untuk Kehidupan” mengungkapkan empat karakteristik kehidupan Kristen yang harus dipertimbangakan di dalam motivasi pendidikan saat ini:
 
  1. Kehidupan Kristen adalah kehidupan seorang pribadi.
    Pendidikan Kristen harus membentuk anak didiknya menjadi orang yang memahami dirinya sebagai satu pribadi yang harus berorientasi kepada Tuhan di dalam segala aspek kehidupan.
     
  2. Kehidupan Kristen adalah kehidupan iman.
    Pendidikan Kristen dipanggil membentuk anak didiknya untuk menjalani hidup ini sepenuhnya sebagai suatu rnanifestasl iman.
     
  3. Kehidupan Kristen adalah kehidupan seorang anggota komunitas Kristen.
    Pendidikan Kristen harus membentuk anak didiknya sebagai individu-individu yang menyadari dirinya sebagai bagian dari suatu komunitas orang percaya.
     
  4. Kehidupan Kristen adalah kehidupan yang harus dijalani di tengah masyarakat.
    Pendidikan Kristen harus mendidik anak didiknya menjadi pribadi-pribadi yang tangguh menghadapi berbagai macam permasalahan yang ada, bukan melarikan diri, berdasarkan iman yang sejati.
 
Kesimpulan
 
Dari hal tersebut diatas, saya mengajak para pendidik dan ilmuwan untuk bersama-sama mengembangkan ilmu pengetahuan berdasarkan kebenaran Firman Tuhan yang sejati dan mau dibentuk oleh-Nya. Persekutuan Studi Reformed melalui program-programnya mengembangkan suatu pemahaman Firman Tuhan yang terintegrasi. Wadah ini menolong setiap kita untuk belajar kebenaran Firman Tuhan dan membentuk cara pandang kita yang benar tentang hal tersebut. Tuhan memberkati.
 
[ Elvry Sari Intan ]
Persekutuan Studi Reformed