KRISTUS, TUNAS YANG DINANTI
_oOo_
 
 
Yesaya 11:1
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
 
 
 
Pengantar
 
Alkitab New International Version menerjemahkan ayat ini dengan kalimat berikut: “A shoot will come out from the stump of Jesse, and from its Branch a root will bear fruit.” Yesaya menggambarkan Isai bagaikan tunggul dari suatu pohon yang menghasilkan suatu tunas dan melalui pangkal tunas itu akan datang suatu cabang yang kelak akan menghasilkan buah. Apakah yang sesungguhnya ayat di atas maksudkan?
 
Pendahuluan
 
Nabi Yesaya melayani pada tahun 792-686 SM pada masa pemerintahan raja-raja Yehuda: Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia. Pada masa itu, Yesaya menubuatkan adanya hukuman Tuhan atas Yehuda dengan adanya invasi Asyur dalam kurun waktu 740-686 SM. Yesaya juga menubuatkan tentang penghukuman pembuangan Yehuda ke Babel yang tergenapi pada kurun waktu 612-538 SM, yaitu setelah masa hidupnya, sesuatu yang tidak ia saksikan sendiri. Tuhan memanggil Yesaya untuk memberikan peringatan kepada umat Tuhan di Yehuda yang berdosa, akan adanya hukuman pembuangan ke Babel, yang setelah itu kelak akan dipulihkan kembali dengan kedatangan Kristus. Dalam hal ini kita akan merenungkan bagaimana Kristus, tunas yang datang dari tunggul Isai, akhirnya datang menggenapkan apa yang tidak mungkin digenapi oleh garis keturunan Daud sebelumnya.
 
Tunggul Isai
 
Yesaya menghubungkan tunas yang akan menghasilkan cabang dan kelak akan berbuah tersebut dengan nama Isai, ayah Daud. Yesaya tidak menyebut nama Daud. Ia menelusuri garis keturunan Daud ke atas. Calvin dalam tafsirannya mengenai bagian ini mengatakan bahwa Yesaya menggambarkan keluarga Daud dalam keadaan hampir punah sepenuhnya. Perkataan Yesaya ini genap saat kerajaan Yehuda di kemudian hari, pada tahun 586 SM, jatuh ke tangan Babel dimana kejatuhan itu oleh Yesaya bagaikan suatu tanda dari berakhirnya dinasti Daud. Dengan menelusuri garis keturunan Daud hingga kepada Isai, Yesaya menyampaikan kepada pembacanya keadaan dinasti itu pada mulanya, yaitu saat Daud belum menjadi raja. Calvin juga menyatakan bahwa hingga tunas itu datang keadaan keluarga Daud sudah jatuh sedemikian rendahnya, tidak sebagaimana harusnya sebuah dinasti kerajaan, melainkan sungguh-sungguh suatu keluarga petani, yaitu keluarga Isai pada mulanya saat Daud belum menjadi raja dan membentuk dinasti kerajaan (1 Samuel 16:1; 2 Samuel 7:8).
 
Dinasti Daud (kerajaan Yehuda)
 
Kini Daud telah tiada. Kerajaan Daud yang diwariskan kepada Salomo pada tahun 970 SM sepeninggal Salomo telah terpecah menjadi dua pada tahun 930 SM, yaitu kerajaan utara dan kerajaan selatan. Oleh karena dosa-dosanya kerajaan di utara dihakimi terlebih dahulu dan pada akhirnya jatuh ke tangan Asyur pada tahun 722 SM. Sementara itu, kerajaan Yehuda di selatan masih berlangsung tetapi oleh karena dosa-dosanya mereka juga sedang menantikan kehancurannya. Maka penghukuman yang telah terlebih dahulu dialami oleh kerajaan utara itu kelak akan dialami pula oleh kerajaan selatan. Yesaya pasal 5 ayat 4 mengungkapkan bagaimana Tuhan mendapati Yehuda hidup di dalam kebobrokan rohaninya.
 
 
“Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun Anggur-ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?”
 
 
Yesaya pasal 5 ayat 7 menggambarkan relasi antara Tuhan dengan Israel bagaikan seorang tuan kebun anggur dengan kebun anggurnya. John Calvin mengatakan seluruh bangsa Israel bagaikan kebun anggur, setiap orang di dalamnya bagaikan tanamannya. Kebun anggur itu merupakan gambaran mengenai Israel. Israel digambarkan bagaikan suatu kebun anggur yang buahnya tidak berkenan kepada tuannya. Ratusan tahun lamanya Tuhan telah panjang sabar menanti keadilan muncul darinya tetapi selama itu pulalah ia menghasilkan kejahatan. Kesabaran Tuhan ada batasnya. Penghakiman Tuhan atas kerajaan selatan akan segera tiba. Penghakiman itu nyata kelak dengan jatuhnya kerajaan Yehuda ke tangan Babel pada tahun 586 SM. Yehuda diangkut ke pembuangan, bait Allah di Yerusalem beserta semua perkakas yang ada di dalamnya dibakar dan tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan (Yeremia 52:12-14). Secara kasat mata kejatuhan Yehuda berarti kerajaan Daud telah berlalu.
 
Kitab 2 Tawarikh pasal 36 ayat 21 mengatakan:
 
 
“Dengan demikian genaplah Firman Tuhan yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.”
 
 
Itu berarti penghakiman Tuhan mempunyai maksud pemulihan atas “kebun anggur” itu, yaitu umat Tuhan dan tanah yang di atasnya mereka hidup.
 
Taruk yang akan berbuah
 
Taruk atau cabang yang akan tumbuh dan menghasilkan buah sesungguhnya merupakan bayang-bayang dari kedatangan Mesias, yaitu Kristus, sang Mesias sebagai penghiburan umat Tuhan yang menantikan janji Tuhan. Nubuat nabi Yesaya ini melampaui jamannya dan digenapi secara progresif dari waktu ke waktu. Dalam tafsirannya, mengenai bagian ini Calvin mengatakan:
 
 
Hence we infer that this prediction applies solely to the person of Christ, for till he came no such branch arose.” / Oleh sebab itu kita menyimpulkan bahwa nubuat ini menunjuk semata-mata kepada pribadi Kristus, karena hingga Ia datang tidak ada satu pun taruk atau cabang dari tanah atau ‘kebun anggur’ itu telah muncul.
 
 
Kesimpulan
 
Sekali pun demikian perjanjian Tuhan dengan Daud dan keturunannya itu tetap berlaku dan tidak berubah (2 Samuel 7:16). Garis keturunan Daud hanya merupakan jalan bagi kedatangan Kristus. Oleh karena Kristus-lah takhta Daud akan kekal dan kokoh selama-lamanya. Munculnya Zerubabel setelah pembuangan di dalam garis keturunan Daud merupakan penggenapan yang bertahap dari penantian akan kedatangan Kristus.
 
Kedatangan Kristus yang pertama merupakan pemulihan atas keadaan “kebun anggur” yang gagal itu. Kristuslah anggur yang manis sebagai hasil dari “kebun anggur” itu. Kini “kebun” itu telah meluas meliputi kita serta dunia seluas kosmos ini. Kedatangan Kristus yang kedua akan menggenapi sepenuhnya pemulihan besar itu sebagai penghiburan bagi umat perjanjian di sepanjang jaman.
 
Penutup
 
Kedatangan Kristus yang kedua menjadi penantian bagi kita, umat perjanjian-Nya, untuk bertemu muka dengan muka dengan Dia, penyelamat kita. Dalam masa penantian itu kiranya momen Natal ini mengingatkan kita untuk kembali merenungkan apa yang sudah kita kerjakan bagi Tuhan empunya hidup kita. Sudahkah keseluruhan hidup kita ini kita persembahkan pada-Nya? Biarlah Firman Tuhan mencerahkan setiap kita untuk rela berkomitmen sungguh-sungguh melayani Dia yang telah menebus dosa kita, umat tebusan-Nya.
 
Selamat Natal 2009 dan Selamat Tahun Baru 2010, Tuhan memberkati.
 
[ Deby Adelina Hutagalung ]
Persekutuan Studi Reformed