IMANUEL: ALLAH MENYERTAI KITA
_oOo_
 
Ketika kita menyaksikan seorang Kristen yang hidupnya tengah berada dalam keadaan yang paling sulit, seolah-olah tidak ada pertolongan lagi, dan tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat, penghiburan seperti apakah yang dapat kita berikan kepadanya? Apakah hanya dengan mengatakan bahwa Allah sanggup melakukan mukjizat besar seperti apa yang sering diperdengarkan di dalam kesaksian-kesaksian Kristen di televisi? Sinclair B. Ferguson mengatakan bahwa penghiburan kita tidak pernah bersandar pada apa yang Allah mungkin perbuat bagi kita, meskipun kita percaya bahwa sesungguhnya Ia sanggup melakukan segala sesuatunya, bahkan sesuatu yang mustahil sekalipun, jika itu sesuai dengan kehendak-Nya. Namun penghiburan sejati kita sesungguhnya bukanlah hal itu, tetapi ketika kita percaya dan beriman bahwa Allah akan selalu beserta kita. Pertanyaannya, “Bagaimanakah Allah menyertai kita?” Allah yang setia kepada perjanjian-Nya terhadap Abraham, Ishak, dan Yakub (Kel. 2:24) adalah Allah yang sama yang berkata, “Aku akan menyertai engkau.” Janji penyertaan-Nya juga dinyatakan kepada Musa ketika Ia memimpin bangsa Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir ke tanah yang Ia janjikan.
 
Matius 1:23 berkata: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel – yang berarti: Allah menyertai kita.” Bagian ini merupakan penggenapan dari apa yang telah dinubuatkan Nabi Yesaya di dalam Yesaya 7:14, di mana Allah akan setia kepada janji-Nya kepada Daud (2 Sam. 7:4-17) yaitu dengan melepaskan umat-Nya dari cengkeraman musuh-musuhnya ketika Ia hadir di tengah-tengah mereka. Kehadiran Allah di antara manusia tidak lagi di dalam Bait Allah, tetapi dalam sesuatu yang lebih besar, yaitu di dalam diri Anak-Nya, Yesus Kristus (Mat. 12:6). Kesaksian penyertaan Allah ini dengan jelas dinyatakan pada peristiwa Yesus Kristus ketika Ia akan naik ke surga. Yesus berkata: “…Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.” (Mat. 28:19)
 
“Siapakah Imanuel yang dikatakan dalam Yesaya 7:14?” Ia adalah Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai (Yes. 9:5). Hal ini berbicara tentang pribadi sang Imanuel. Yesaya 11:2-3 berbicara tentang kerajaan sang Imanuel yaitu: roh hikmat dan pengertian untuk pemerintahan (1 Raj. 3:9-12), roh nasihat dan keperkasaan untuk peperangan dan roh pengenalan dan takut akan Tuhan untuk kepemimpinan rohani (2 Sam. 23:2-3).
 
Kita tahu bahwa Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup orang Kristen untuk terus berjalan mulus tanpa mengalami pergumulan. Selama kita masih hidup di tengah dunia yang berdosa ini, maka kita tidak akan terlepas dari kesulitan atau pergumulan. Justru Tuhan mengijinkan hal itu untuk mempertumbuhkan iman kita agar tetap taat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang dipercayakan kepada kita yaitu menjadi saksi Kristus yang selalu memuliakan-Nya dimanapun Tuhan tempatkan. Pemazmur mengatakan di dalam Mazmur 23:4 bahwa sekalipun kita berjalan dalam lembah kekelaman, kita tidak takut bahaya sebab Tuhan menyertai kita. Kita percaya bahwa janji penyertaan Tuhan ini tidak akan pergi berlalu meninggalkan kita (Ul. 31:6 dan Ibr. 13:5).
 
Selamat Natal 2009 dan Selamat Tahun Baru 2010, Tuhan memberkati.
 
[ Ranto M. Siburian ]
Persekutuan Studi Reformed