MENGIKUT YESUS
_oOo_
 
Ketika kita menjadi pengikut Yesus, adakah keuntungan yang kita terima? Seringkali kita melihat sebagian orang bersedia mengikut Yesus dengan motivasi untuk mendapatkan sesuatu atau keuntungan tertentu. Penyakit disembuhkan, kedudukan yang terus meningkat, kekayaan yang terus bertambah, dan lain sebagainya. Alkitab tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Yesus tidak pernah mengumbar janji seperti itu kepada setiap orang yang mau mengikuti-Nya, namun justru Ia menunjukkan konsekuensi apa yang harus di tangggung sebagai pengikut-Nya. Alkitab dengan jelas menyatakan bagaimana hidup Yesus pun tidak pernah lepas dari penderitaan mulai dari saat Ia lahir sampai dengan Ia mati di kayu salib. Oleh sebab itu, setiap orang yang mengaku sebagai murid dan pengikut-Nya, juga harus mengalami penderitaan, meskipun hal itu tidak akan pernah mungkin melebihi penderitaan yang pernah Yesus alami. Ketika kita memutuskan untuk menjadi murid Yesus, maka kita juga harus memutuskan untuk bersedia memikul salib kita. Matius 10:38 berkata: “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” Lukas 9:23 berkata: “Kata-Nya kepada mereka semua: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku’”.
 
Yesus tidak pernah memaksa dengan keras orang untuk menjadi pengikut-Nya, tetapi Ia menawarkan sekaligus menantang setiap orang yang ingin mengikuti-Nya dengan menyatakan juga konsekuensi yang harus ditanggung. Terhadap orang yang mau mengikuti-Nya dengan motivasi berkat jasmani, Yesus sangat menentangnya. Bukankah kita menyaksikan di Alkitab, bagaimana murid-murid Yesus, para rasul bukanlah orang yang bergelimang dengan harta jasmani ketika mereka mengikuti Tuhan, tetapi mereka berlimpah dengan kekayaan rohani. Bahkan Yesus pun pernah mengingatkan bahwa setiap orang yang menjadi pengikut-Nya akan di utus seperti domba di tengah serigala, akan dibenci banyak orang dan akan mengalami banyak penderitaan (Mat. 10:16-42).
 
Di dalam Matius 10:34, sekiranya ada 3 (tiga) hal penting berkenaan dengan panggilan untuk mengikut Yesus Kristus, yaitu:
 
  1. Mengikut Yesus berarti bersedia untuk mengorbankan segala sesuatu yang kita anggap berharga bagi kita. Kasih kita kepada Tuhan harus melebihi dari segala sesuatu yang kita kasihi.
     
  2. Mengikut Yesus berarti memikul salib. Salib merupakan lambang dari kematian. Ini berarti ketika kita mengikuti-Nya, maka kita harus bersedia mengorbankan hidup kita.
     
  3. Mengikut Yesus berarti bersedia kehilangan nyawa kita.
 
Perjalanan panjang mengikut Yesus dari lembah yang satu ke lembah yang lain, dari bukit yang satu ke bukit yang lain tidaklah mudah. Kita diminta memikul salib kita setiap hari (Luk. 9:23). Meskipun demikian, kita tidak akan dibiarkan sendiri, karena Ia akan berjalan di depan kita, memimpin kita dan menyertai kita. Ia setia, oleh karena itu Ia tidak akan membiarkan kita memikul salib yang melampaui kekuatan kita. Ia akan selalu memberikan kekuatan pada kita untuk menanggungnya. Ia tidak pernah menjanjikan kemudahan melainkan kekuatan, kekuatan untuk menghadapi perjalanan yang sulit sekalipun supaya kita mampu melewatinya dan sampai kepada tujuan yang Tuhan tetapkan.
 
Salah satu upah dari mengikut Yesus adalah transformasi atas diri kita. Pemahaman tentang keluarga yang semula diartikan secara sempit, kini mendapat pengertian yang lebih luas. Orientasi hidup yang semula hanya mengarah kepada diri sendiri, kini mulai mengarah kepada kalangan yang lebih luas. Semula kita hanya mau berkorban untuk kepentingan diri sendiri, kini mulai belajar berkorban demi kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Kecenderungan untuk mengejar dan memiliki harta benda yang hanya benilai sementara, kini berubah menjadi kesediaan untuk mengejar sesuatu yang bernilai kekal. Perspektif waktu dan zaman diubah, kita terhisap kepada kerajaan Allah yang tidak terbatas oleh waktu dan zaman. Yang kita kejar bukan lagi keberhasilan, melainkan ketaatan, bukan lagi kesembuhan melainkan penyerahan.Yang mendominasi pikiran bukan lagi kehendak kita, melainkan kehendak Bapa di surga.
 
Mengikut Yesus berarti meninggalkan banyak hal yang lama untuk mendapatkan banyak hal yang baru di dalam kehendak Allah. Berjalan di belakang Yesus merupakan suatu keputusan yang sangat menentukan tindakan dan perbuatan yang akan mempengaruhi seluruh kehidupan kita. Mengikut Yesus menuntut sebuah komitmen dan kesungguhan melebihi segala komitmen dan kesungguhan yang sedang kita jalani selama ini.
 
Sekali lagi, mengikut Yesus tidaklah mudah. Sepanjang perjalanan kita mengikuti-Nya, pastilah kita akan mengalami proses perjalanan yang dinamis. Ada saatnya kita lemah dan ada saatnya kita kuat. Ada saatnya kita tergelincir dan ada saatnya kita bangun kembali, namun biarlah dinamika itu terus membentuk hidup kita. Yang paling penting adalah kita tetap setia berjalan di belakang-Nya dan membiarkan Ia memimpin kita sambil memohon agar Ia terus memantapkan langkah kita. Selamat mengikuti-Nya.
 
Hidup kita bukan diukur menurut keuntungan,
Melainkan dihitung oleh kerugian yang kita alami;
Bukan berapa banyak anggur yang telah diminum,
Melainkan berapa banyak yang telah tercurah.
Barangsiapa memperlakukan dirinya dengan keras
Merupakan hal terbaik bagi Tuhan untuk memperbaiki;
Barang siapa menyakiti dirinya dengan amat sangat;
Dialah yang mampu menghibur mereka yang menderita.
(Kutipan diambil dari: Watchman Nee)
 
Selamat Natal 2009 dan Selamat Tahun Baru 2010, Tuhan memberkati.
 
[ Megawana Simanjuntak ]
Persekutuan Studi Reformed