PERANAN YUSUF DALAM KARYA ALLAH
_oOo_
 
 
Pendahuluan
 
Pada artikel ini kita akan melihat bagaimana peranan Yusuf di dalam cerita kelahiran Yesus Kristus di mana melalui peristiwa itu rencana Tuhan digenapkan.
 
Peranan Yusuf di dalam Karya Allah
 
Di dalam cerita kelahiran Yesus, Yusuf diberikan anugerah besar ikut berbagian di dalam cerita itu. Meskipun anugerah besar itu Allah nyatakan kepada Yusuf, bukan berarti ia menerima kenyataan itu dengan begitu saja. Yusuf adalah seorang Yahudi yang amat mengagumkan karena ia adalah orang yang taat pada hukum di negerinya, namun realitanya sekarang ia telah bertunangan dengan Maria. Namun setelah mengetahui bahwa Maria, tunangannya itu, mengandung sebelum mereka hidup sebagai suami isteri (Mat. 1:18), Yusuf merasa kecewa dan sakit hati karena ia merasa dikhianati. Dalam Matius 1:19 dikatakan: “Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.” Namun Yusuf mengurungkan niatnya untuk menceraikan istrinya karena tiba-tiba malaikat Tuhan datang melalui mimpinya dan berkata agar Yusuf jangan takut untuk mengambil Maria sebagai isterinya karena Maria akan mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang diberi nama Yesus. Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa (Mat. 1:20-21).
 
Di dalam hukum taurat setiap perbuatan zinah merupakan perbuatan menajiskan yang harus dihukum dengan berat, yaitu dilemparkan batu sampai mati. Tindakan Yusuf untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya merupakan suatu dilema yang besar di dalam hatinya. Di satu pihak, Yusuf tahu bahwa tindakan tersebut adalah tindakan yang berbahaya bagi dirinya dan Maria, di mana ia harus melanggar ketetapan hukum taurat. Hukum Taurat mengharuskan Maria dihukum atas kehamilannya di luar pernikahan tersebut. Namun di pihak lain, Yusuf harus berhadapan dengan perintah Allah. Puji Tuhan, Yusuf lebih memilih taat kepada Allah.
 
Pergumulan Yusuf tidak berhenti pada tindakannya untuk mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi Yusuf harus berhadapan dengan pergumulan yang baru di mana ia harus berhadapan dengan Raja Herodes yang ingin membunuh bayi Yesus. Ia harus menyelamatkan bayi Yesus dari rencana busuk Herodes. Herodes mengeluarkan perintah untuk membunuh semua bayi laki-laki di bawah usia 2 (dua) tahun yang lahir di Bethelem oleh karena ia telah mendengar bahwa akan ada seorang bayi yang akan lahir yang akan menjadi raja. Herodes takut kelahiran bayi itu pada suatu hari akan mengancam posisinya sebagai Raja. Di balik rencana jahat Herodes, Allah kembali bekerja dengan membimbing Yusuf melalui sebuah mimpi. Allah memerintahkan Yusuf dan Maria agar melarikan diri dengan membawa bayi Yesus ke Mesir sehingga Herodes tidak dapat membunuh bayi itu. Pada akhirnya rencana jahat Herodes gagal. Setelah Herodes mati, maka Allah kembali meminta Yusuf keluar dari Mesir dan membawa keluarganya ke Nazaret di Galilea. Dan di tempat itulah Yesus tumbuh besar dan memulai pelayanannya.
 
Dari rangkaian cerita di atas, kita melihat karya Allah yang besar yang bagaimana Ia memakai Yusuf dan Maria menjadi alat-Nya di dalam menggenapkan seluruh rencana-Nya. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang mampu menggagalkan semua rencana Allah.
 
Makna Peranan Yusuf dalam Kehidupan Orang Kristen
 
Di dalam kehidupan ini, kita sering kali diperhadapkan dengan dua pilihan, mengikuti Allah dengan memikul salib atau mengikuti dunia ini dengan segala kenikmatan yang sementara. Seringkali kita juga tidak peka terhadap karya Allah di dalam hidup kita terutama ketika kita melihat apa yang sudah kita kerjakan ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan inginkan. Ketika kita harus mengalami suatu pergumulan dan kesulitan, terkadang kita hanya melihatnya sebagai penghukuman Tuhan atas kita dan Tuhan tidak mengasihi kita. Kita gagal melihat itu sebagai sebuah didikan Tuhan atas kita sebagai anak yang dikasihi-Nya. Allah yang kita percaya bukanlah Allah yang hanya memberikan berkat kepada kita, tapi Allah yang juga memberikan penghukuman jika kita tidak taat.
 
Dari awal peristiwa kelahiran Yesus, kita melihat bagaimana Yusuf bimbang untuk mengerjakan perintah Allah, ketika Ia harus mengambil Maria yang sedang hamil yang bukan dari benihnya untuk menjadi istrinya. Dengan ketaatan penuh, akhirnya Yusuf mengerjakan apa yang diperintahkan Tuhan. Ketaatan Yusuf atas perintah Allah, membuat ia juga ikut berbagian di dalam penggenapan rencana Allah. Allah yang berinisiatif dan manusia meresponinya. Allah mampu memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk berbagian di dalam penggenapan karya-Nya. Demikian halnya dengan kita, Allah juga mampu memakai kita di dalam rencananya ketika kita juga mau taat kepada-Nya.
 
Penutup
 
Dari pembahasan ini, kita dapat belajar dan merenungkan bahwa Allah sanggup memilih dan memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk dipakai dalam menggenapkan rencana-Nya, termasuk kita sebagai anak-anak-Nya. Yang kita perlukan adalah kepekaan yang tajam untuk melihat karya Allah di dalam hidup kita dan dengan setia dan taat mengerjakan apapun yang Allah kehendaki dan yang menjadi bagian kita.
 
Selamat Natal 2009 dan Selamat Tahun Baru 2010, Tuhan memberkati.
 
[ Saur Rotua Marpaung ]
Persekutuan Studi Reformed