HIDUP DAN BERTUMBUH
DALAM KEBENARAN ALLAH
_oOo_
 
 
Pendahuluan
 
Pada saat seseorang menerima Kristus, Allah memberikan kehidupan baru di dalam diri orang tersebut. Hal inilah yang membedakan kekristenan dengan semua agama lain. Orang-orang kristen memiliki kehidupan dari Allah di dalam diri mereka. Kehidupan Kristen memiliki bagian yang ada di dalam (batiniah) maupun bagian yang ada di luar (jasmani). Bagian luar dari kehidupan Kristen dapat dilihat oleh orang lain, tapi bagian dalam (rohani) hanya diketahui oleh orang tersebut dan Allah. Kehidupan bagian luar seorang Kristen dapat berlangsung terus tanpa ada yang berpikir ada sesuatu yang salah, sementara kehidupan rohani dari waktu ke waktu terus melemah. Seringkali kita hanya sibuk menghadiri pertemuan-pertemuan Kristen atau melakukan aktivitas-aktivitas gereja, tetapi sesungguhnya kita semakin jarang berpikir mengenai Alkitab, semakin jarang berdoa kepada Allah, dan tidak lagi memeriksa kehidupan kita sendiri. Kita memiliki begitu banyak aktivitas Kristen, namun jantung kehidupan kristen kita hampir berhenti berdenyut.
 
Pembahasan
 
Hidup baru yang dimiliki orang Kristen adalah anugerah Allah melalui iman kepada Kristus. Iman adalah percaya dengan segenap jiwa, hati, dan akal budi bahwa Yesus telah berkorban mati bagi orang-orang berdosa. Iman inilah awal dari kehidupan yang baru. Ketika seseorang memiliki iman yg sejati, iman itu akan terus bertumbuh. Sangatlah berbahaya jika iman kita kepada Kristus berhenti bertumbuh. Ketika iman kita menjadi lemah maka kehidupan rohani Kristen juga menjadi akan melemah.
 
Orang-orang Kristen yang memiliki iman yang hidup dalam Kristus memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
 
  1. Merasa yakin bahwa mereka akan aman dan terpelihara, sekalipun harus menghadapi berbagai pergumulan dan pencobaan.
     
  2. Terus membuat kemajuan dalam hal-hal rohani. Menjadi orang Kristen yang semakin lama semakin baik, semakin menyerupai Yesus Kristus dalam karakter dan pikiran.
     
  3. Tegak menghadapi godaan. Ketika keyakinan mereka akan Yesus diuji, digoda untuk meninggalkan Kekristenan dan belenggu dosa yang begitu kuat, maka mereka akan memandang kepada Yesus Kristus.
     
  4. Terus menerus dikuduskan. Mereka mengerti bahwa Kristus telah mati untuk menjadikan mereka umat yang kudus, yang terus dikuduskan dari hari ke hari.
 
Orang Kristen yang tidak hidup sesuai dengan pengajaran Alkitab akan lemah secara rohani. Yakobus 1:18 mengatakan bahwa oleh kehendak Allah orang-orang percaya diberi kehidupan rohani yang baru melalui Firman kebenaran Allah. Berikut beberapa contoh mengenai bagaimana ketaatan terhadap kebenaran Alkitab menghasilkan kekudusan:
 
  1. Kebenaran tentang Allah yang dalam kasih-Nya telah memilih setiap orang percaya untuk diselamatkan dari dosa, sebelum dunia dijadikan. “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapanNya.” (Ef. 1:3-4). Dengan menyadari Allah telah mengasihi kita dan bagaimana Dia telah memilih kita menjadi umat-Nya, akan membuat kita sangat bersyukur kepada Allah dan ingin selalu menyenangkan-Nya. Keinginan yang kudus dan rendah hati merupakan respon terhadap kebenaran doktrin pemilihan.
     
  2. Alkitab mengajarkan bahwa hanya anugerah dan kemurahan Allah sematalah yang menjadi dasar dari keselamatan manusia dari dosa. “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.” (Tit. 2:11). Mereka yang sungguh-sungguh mempercayai kebenaran itu akan hidup menghormati Allah yang murah hati.
     
  3. Perintah-perintah di dalam Alkitab. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya, …” (1 Yoh. 2:15). Menaati kebenaran Allah di dalam Alkitab adalah cara untuk menyenangkan Allah.
     
  4. Janji-janji Alkitab. “Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.” (2 Kor. 7:1). Janji-janji Allah dalam Alkitab mendorong kita untuk hidup menyenangkan Allah.
     
  5. Peringatan-peringatan di dalam Alkitab. Alkitab mengatakan bahwa hari kedatangan Tuhan akan tiba secara tak terduga, bagaikan pencuri di malam hari (1 Tes. 5:2). Peringatan-peringatan dalam Alkitab mendesak kita untuk selalu hidup kudus.
 
Kebenaran Alkitab menunjukkan kepada kita tujuan-tujuan hidup dan prinsip-prinsip kelakuan yang baru. Saat kita belajar tentang Allah yang kudus dari Alkitab, kita pun bertumbuh dalam kekudusan.
 
Penutup
 
Dengan demikian, apakah yang harus kita lakukan agar tidak menjauh dari kebenaran Allah sehingga kehidupan rohani kita tidak melemah?. Yang mungkin dapat kita lakukan, antara lain:
 
  1. Kita harus kembali kepada kebenaran yang diajarkan Alkitab dan berpegang teguh kepadanya, Biarlah pengajaran Alkitab, perintah-perintah dan janji-janjinya, mengendalikan cara berpikir dan cara hidup kita.
     
  2. Kita harus mengijinkan kebenaran menghasilkan kekudusan dalam hidup kita dengan sungguh-sungguh merenungkan anugerah dan kasih Allah dengan belajar untuk hidup bersyukur dan taat. “Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”” (Yoh. 8:31-32).
 
Selamat Natal 2009 dan Selamat Tahun Baru 2010, Tuhan memberkati.
 
[ Bintang Vera Sihite ]
Persekutuan Studi Reformed