MENJADI SATU DENGAN
KEBANGKITAN KRISTUS
_oOo_
 
 
Pengantar
 
Pada edisi paskah ini kita akan membahas signifikansi kebangkitan Kristus terhadap kebangkitan orang percaya dan kesatuan dengan kebangkitan Kristus, yang mengacu pada pemikiran rasul Paulus. Geerhadus Vos mengatakan bahwa Paulus adalah seorang pemikir konstruktif jenius yang paling besar yang pernah ada dan seorang pemikir teologis yang jauh lebih sulit dibandingkan yang lain. Sehingga di dalam memahami akan pemikiran Paulus khususnya mengenai kebangkitan Kristus di dalam surat-surat Paulus tidaklah mudah. Oleh karena itu pada artikel ini kita akan melihat dasar pemikiran dari kebangkitan Kristus khususnya kesatuan kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang percaya dengan memahami 2 kata yang sangat penting di dalam surat Paulus yaitu “firsfruit” dan “firstborn”.
 
Studi kata ”firstfruit”
 
Kesatuan kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang percaya secara jelas diuraikan di dalam 1 Korintus 15:20, di mana kebangkitan Kristus digambarkan sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal (“...the firstfruit of those who have fallen asleep”). Di dalam Perjanjian Lama “firstfruit” dipakai untuk menunjukan persembahan hasil pertama dari seluruh hasil panen mereka kepada imam, sebagai ekspresi pengakuan dan ucapan syukur di hadapan TUHAN yang diperintahkan Musa kepada kepada orang-orang Israel pada hari sabat yang kemudian diikuti perayaan Paskah (Im 23:9-11). Mereka memahami bahwa semuanya itu adalah milik TUHAN yang telah diberikan kepada orang-orang Israel sebagai kemurahan TUHAN. Persembahan hasil pertama atau seberkas hasil pertama (“firstfruit”) memberikan pengertian kepada kita bahwa persembahan hasil pertama yang mereka berikan kepada TUHAN hanyalah mewakili dari seluruh hasil tuaian yang mereka miliki. Dengan demikian istilah “firstfruit” atau “yang sulung” di dalam 1 Korintus 15:20 dengan sengaja dipilih untuk memberikan penjelasan akan relasi yang hidup di antara dua kebangkitan yaitu kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang percaya, dua kebangkitan yang tidak dapat dipisahkan sebab Kristus adalah yang pertama dan menjadi jaminan atas kebangkitan orang percaya.
 
Studi kata “firstborn”
 
Pemakaian kata “firstfruit” yang menggambarkan kesatuan kebangkitan Kristus dengan kebangkitan orang percaya juga memiliki kedekatan dengan surat Paulus di dalam Kolose 1:18. Paulus mengatakan bahwa Kristus sebagai “firstborn” yang sulung, yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati. Untuk memahami kata “firstborn” yang dipakai pada Kolose 1:18 tidak bisa dilepaskan dari ayat 15. Pada Kolose 1:15 dikatakan, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Di sini dikatakan Kristus sebagai yang sulung dari semua ciptaan (“firstborn of all creation”), namun demikian ini tidak berarti bahwa Kristus adalah ciptaan pertama dari segala yang diciptakan karena jika dikatakan demikian, maka ini bertentangan dengan ayat berikutnya yaitu pada ayat 16, “Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu,…”. Jadi kata “firstborn” yang dipakai pada ayat 15 membawa kita ke dalam pandangan akan relasi Kristus dengan ciptaan. Di dalam Perjanjian Lama kata “firstborn” digunakan ketika TUHAN memerintahkan Musa untuk berkata kepada Firaun bahwa Israel sebagai anak-Ku, anak-Ku yang sulung (my firstborn son). Juga pada Mazmur 89:28, TUHAN mengangkat Daud menjadi anak sulung (“firstborn”), menjadi yang mahatinggi di antara semua raja-raja bumi. Sehingga apabila kata “firstborn” ini dikaitkan dengan pendekatan konteks pada Kolose pasal 1:15 yang menekankan akan Kristus sebagai pencipta dari semua yang ada dan kemuliaan-Nya melampui seluruh ciptaan, maka ini tepat untuk menekankan akan supremasi Kristus di dalam penebusan dan penciptaan yang menjadi maksud dari surat Paulus ini. Oleh karena itu, kata “firstborn” pada ayat 18 ini harus dimengerti di dalam terang ayat 15 yang memberikan kesejajaran di mana “yang sulung dari segala yang diciptakan” (“firstborn of all creation”) sejajar dengan “yang sulung dibangkitkan dari antara orang mati” (“firstborn from the dead”). Dengan kesejajaran ini maka Kristus yang sulung, yang pertama dibangkitkan dari antara orang mati menekankan akan supremasi dan otoritas Kristus atas kematian (bandingkan Roma 14:9). Herman Ridderbos di dalam bukunya Paul: An Outline of His Theology menyebutkan bahwa penempatan kata “firstborn” pada ayat 18 di dalam hubungan dengan ayat 15 dipahami bahwa Kristus tidak dimaksudkan sebagai yang pertama diciptakan atau diciptakan pada permulaan di dalam sebuah urutan kronologis penciptaan melainkan Kristus sebagai pelopor, yang menginagurasi, yang membuka jalan di mana dengannya kebangkitan menjadi sesuatu yang nyata (“For what is intended is not merely that Christ was the First or formed a beginning in terms of chronological order; he was rather the Pioneer, the Inaugurator, who opened up the way. With him the great Resurrection became reality”. (Herman Ridderboss, “Paul: An Outline of His Theology,” Grand Rapids: WM.B.Eerdmans Publishing Co, 1975). Supremasi dan otoritas Kristus atas kematian menjadi jaminan akan kebangkitan orang percaya sehingga kebangkitan orang percaya yang ada di dalam Kristus menjadi suatu realitas atau nyata.
 
Kesimpulan
 
Kolose 1:18 menegaskan Kristus sebagai “yang sulung dibangkitkan dari antara orang mati” (“firstborn from the dead”) memiliki pemikiran yang sama dengan 1 Korintus 15:20 “yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal” (“the firstfruit of those who have fallen asleep”) yang menunjukkan akan kesatuan antara Kristus dan orang percaya di dalam kebangkitan-Nya. Dengan pemahaman ini maka bagi kita yang percaya dan sudah ada di dalam Kristus, pemahaman ini menjadi penghiburan yang besar karena kita akan berbagian dengan kebangkitan Kristus. Biarlah kuasa kebangkitan Kristus Tuhan sungguh hidup di dalam hidup kita sehingga kita dapat terus setia dan hidup bagi Dia yang sudah bangkit itu.
 
Selamat Paskah 2009, Tuhan memberkati.
 
[ Mulatua Silalahi ]
Persekutuan Studi Reformed