KEBANGKITAN YESUS
_oOo_
 
Lukas 24:2
“Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu”
 
Prajurit Romawi yang menikam lambung Yesus dengan tombaknya hingga keluar darah dan air (Yoh 19:34) mengetahui bahwa Yesus sudah mati, oleh karenanya tubuh yang sudah rusak itu harus dikuburkan. Jika ditinjau dari sudut pandang medis, kebangkitan tubuh dari seseorang yang sudah dinyatakan mati seperti apa yang terjadi pada Yesus adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Itu sebab, muncul berbagai usaha untuk menghindari keberatan-keberatan tentang kebangkitan Yesus ini dengan cara memberi makna baru pada kata kebangkitan itu sendiri, yaitu dengan menyatakan bahwa kebangkitan itu hanya dipahami dengan makna spiritual. Dengan demikian, konsekuensi logis dari pernyataan tersebut adalah kebangkitan Yesus bukanlah sebuah fakta atau realita yang terjadi atau dengan kata lain kebangkitan tersebut bukan bagian dari sejarah.
 
Alkitab dengan tegas menentang pernyataan itu. Kebangkitan Yesus merupakan suatu fakta atau realita yang benar-benar terjadi. Pernyataan ini dibuktikan dengan fakta kubur Yesus yang kosong. Yesus menampakkan diri kepada perempuan-perempuan dan para rasul, serta di dalam beberapa peristiwa yang dicatat di Alkitab. Di dalam 1 Korintus 15:6, Paulus menyatakan bahwa Yesus juga menampakkan diri-Nya kepada lebih dari lima ratus orang. Dalam bagian ini, Paulus terkesan ingin memberitahukan jemaat Korintus bahwa seharusnya mereka bertanya langsung kepada para saksi mata kebangkitan tersebut karena ketika surat ini ditulis sebagian besar dari mereka masih hidup. Hal ini menyingkirkan pendapat sebagian orang yang berpandangan bahwa kebangkitan Yesus hanyalah sebuah halusinasi seseorang belaka. Untuk memperkuat realita kebangkitan ini, Paulus menyatakan dalam 1 Korintus 15:14 bahwa seluruh pemberitaan Injil dan iman pengharapan yang dibangunnya akan menjadi sia-sia jika benar Yesus tidak pernah bangkit dari kematian. Itu sebab, kebenaran pemberitaan Injil bagi orang Kristen tidak pernah dapat dilepaskan dari realita sejarah akan kematian dan kebangkitan Yesus.
 
Kebangkitan Yesus mendemonstrasikan beberapa hal, antara lain:
 
  1. Menyatakan kemenangan-Nya atas kematian (1 Kor 15: 54-57).
    “Hai maut dimanakah kemenanganmu? Hai maut dimanakah sengatmu?” Paulus mengutip ayat ini dari kitab Hosea 13:14 di mana Tuhan akan menebus Israel dari kuasa dunia orang mati. Ayat ini merupakan salah satu ayat di Perjanjian Lama yang menyatakan kuasa Allah terhadap musuh terakhir yaitu: kematian. Kemenangan akhir atas musuh terakhir ini digenapi oleh kematian dan kebangkitan Yesus dari antara orang mati.
     
  2. Menyatakan Dia sebagai Kebenaran (Yoh 16:10).
    Yesus mengatakan tentang apa yang akan dikerjakan Roh Kudus yang dijanjikan itu, di mana Roh Kudus akan memimpin orang-orang percaya kepada seluruh kebenaran.
     
  3. Menunjukkan identitas keilahian-Nya (Rom 1:4).
    Yesus yang menurut Roh Kudus dinyatakan kebangkitan-Nya dari antara orang mati adalah Anak Allah yang berkuasa, sehingga melalui perantaraan-Nyalah Paulus menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa agar percaya dan taat kepada nama-Nya.
     
  4. Jaminan bagi orang percaya akan pengampunan dan pembenaran (Roma 4:24-25).
    Bukti bahwa Abraham telah dibenarkan oleh karena iman percayanya (Kej 15:6), oleh Rasul Paulus dinyatakan juga untuk kita yang percaya kepada Dia yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati.
     
  5. Harapan akan hidup kekal bagi orang-orang percaya (Yoh 11:25-26).
    Kehidupan bagi orang-orang percaya tidak berakhir pada kematian, tetapi akan terus berlangsung di dalam kehidupan kekal di dalam persekutuan bersama Allah.
Kematian dan kebangkitan Yesus mempunyai dua aspek dari pekerjaan keselamatan itu sendiri. Aspek pertama, Yesus menanggung hukuman atas seluruh dosa-dosa kita ketika Dia harus menjalani hukuman mati di atas kayu salib. Dan aspek kedua, bahwa Dia bangkit dari antara orang mati. Kebangkitan-Nya sekaligus mengkonfirmasikan bahwa kematian-Nya adalah korban persembahan yang sempurna untuk menebus dosa-dosa kita. Pengampunan dan pembenaran yang Tuhan nyatakan kepada setiap orang percaya adalah semata-mata karena anugerah Tuhan melalui iman kepada-Nya.
 
Selamat Paskah 2009, Tuhan memberkati.
 
[ Ranto M. Siburian ]
Persekutuan Studi Reformed