Penebusan Kristus Memperbaharui
Relasi Manusia dengan Allah
_oOo_
 
Seluruh umat manusia telah jatuh dalam dosa (Rom. 3:23). Pernyataan ini juga dapat dibuktikan melalui segala sesuatu yang kita alami dalam kehidupan ini. Roma 8:22 berkata, “Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.” Di dalam Katekismus Singkat Westminster dinyatakan bahwa penderitaan dan keberdosaan manusia meliputi 4 hal, yaitu:
 
  1. Kehilangan persekutuan dengan Allah, serta berada di bawah murka dan kutukan Allah.
     
  2. Penderitaan hidup yang tidak mungkin dihindari oleh siapapun.
     
  3. Kuasa maut yang berlaku secara universal.
     
  4. Hukuman yang kekal.
 
Dosa bukan masalah yang sederhana karena dapat memberikan dampak serius terhadap relasi manusia dengan Allah. Dosa telah memisahkan manusia dari Allah. Dosa mengakibatkan persekutuan manusia dengan Allah menjadi rusak. Manusia berhutang kepada Allah atas dosa-dosa yang dilakukannya. Dan yang lebih penting lagi, dosa juga telah mendatangkan murka Allah terhadap manusia.
 
Merujuk pada hal-hal di atas, masalah dosa jika dihubungkan dengan relasi manusia dengan Allah, tidak dapat diselesaikan melalui perbuatan manusia, melainkan melalui penciptaan baru yang hanya bisa dikerjakan oleh Allah sendiri. Allah Bapa di dalam kekekalan merencanakan keselamatan, Yesus Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya menggenapkan rencana keselamatan itu terhadap umat pilihan-Nya dan Roh Kudus mengaplikasikan keselamatan itu sehingga umat pilihan yang sudah ditentukan Allah Bapa dapat berespon terhadap keselamatan itu dan mengalami kelahiran baru sekaligus menjadi ciptaan baru di dalam Kristus. Di sini kita melihat bagaimana perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan ajaib itu dilakukan-Nya untuk menyelamatkan dan menebus dosa umat pilihan-Nya. Semua dilakukan-Nya berdasarkan kasih, anugerah dan kedaulatan-Nya semata, bukan berdasar usaha dan jasa manusia. Melalui penebusan yang Allah kerjakan ini, relasi antara Allah dan manusia yang rusak akibat dosa, kini telah dipulihkan. Penebusan Kristus hanya terjadi satu kali dalam sejarah dan penebusan-Nya adalah sempurna dan berdampak untuk selama-lamanya.
 
Melalui penebusan Kristus, semua dosa-dosa kita diampuni. Orang percaya di hadapan Allah diperhitungkan sebagai orang benar oleh karena pembenaran yang dikerjakan Allah sendiri. Roma 5:9 berkata, “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.” Melalui penebusan-Nya, bagi kita tersedia berkat perjanjian yaitu kehidupan kekal di dalam persekutuan dengan Allah untuk selama-lamanya.
 
Selamat Paskah 2009, Tuhan memberkati.
 
[ David Siambaton ]
Persekutuan Studi Reformed