PERDAMAIAN
DI DALAM KRISTUS
_oOo_
 
 
Ketika pertama kali Allah menciptakan dunia ini, semua diciptakan-Nya di dalam keselarasan dan Allah melihat semuanya sungguh amat baik (Kej 1:31). Namun ketika manusia jatuh di dalam dosa, telah mengakibatkan semuanya menjadi rusak. Dosa telah menghancurkan keharmonisan relasi antar ciptaan yakni manusia dengan manusia (Kej. 3:12-13) dan manusia dengan alam (Kej. 3:17-18). Lebih ironis lagi, dosa juga telah memisahkan seluruh ciptaan termasuk di dalamnya manusia dari Allah, Pencipta mereka (Kej. 3:7-10).
 
Meskipun demikian, Allah masih berkenan untuk menyelamatkan manusia berdosa. Allah tidak lagi menyatakan murka-Nya terhadap mereka tetapi justru menyatakan belas kasih-Nya. Allah berkehendak mengampuni dosa melalui korban penebusan yang menggantikan dosa manusia. Rencana kekal Allah Bapa di dalam kehendak dan kedaulatan-Nya telah memilih Kristus sebagai oknum yang akan menggenapi rencana penebusan itu. Oleh karena itu, Kristus menjadi manifestasi dari kemurahan Allah. Melalui ketaatan-Nya kepada Allah Bapa, Kristus rela mengerjakan karya penebusan itu untuk memperdamaikan relasi manusia dengan Allah Bapa. Melalui darah-Nya yang tercurah di kayu salib, Ia memperdamaikan semuanya tanpa terkecuali, baik yang ada di bumi maupun di surga (Kol. 1:20). Perdamaian adalah hasil penebusan yang dilakukan Allah di dalam Kristus yaitu mengubah permusuhan menjadi pemulihan dan mendamaikan ciptaan dengan Penciptanya. Allah telah menyingkirkan penghalang yang merintangi perdamaian yaitu dosa (2 Kor. 5:19).
 
Namun demikian, ada juga ciptaan yang berbeda dalam menerima hal ini. Ada kejahatan yang dilakukan manusia maupun malaikat di mana mereka tidak menunjukkan penyesalan atas dosa-dosa mereka. Mereka tidak berespon dengan benar ketika Allah dalam kemurahan-Nya mengutus anak-Nya, Yesus Kristus, datang ke dalam dunia. Mereka tidak mau menaklukkan dirinya kepada Kristus. Bagi mereka, perdamaian dan keselarasan adalah sesuatu yang sangat tidak mereka harapkan. Mereka merancang kejahatan untuk menentang Allah dan tidak mau tunduk pada kuasa-Nya. Namun ketika tiba waktunya, Alkitab menyatakan bahwa mereka semua akan dihancurkan-Nya dan takluk di bawah kaki-Nya (1 Kor. 15:24-25).
 
Penutup
 
Bagi kita yang telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita tahu bahwa kematian dan kebangkitan-Nya telah menaklukkan kuasa dosa dan kuasa maut. Melalui Kristus, relasi yang sudah rusak antara alam semesta dan Allah, sang Pencipta, telah dipulihkan. Dan dengan otoritas kekuasaannya, Dia menaklukan seluruh alam semesta di bawah hukum-Nya demi kepentingan gereja-Nya dan untuk kemuliaan-Nya.
 
Selamat Paskah 2009, Tuhan memberkati.
 
[ Roma Uly Bertha Silalahi ]
Persekutuan Studi Reformed