Panggilan Kristen Untuk
Memelihara Tanah yang Tuhan Anugerahkan
(Ulangan 8:7-10)
_oOo_
 
 
Ulangan 8:7-8
Sebab Tuhan, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya
 
 
Kenangan akan daerah yang liar pada saat itu, di mana firman Tuhan datang kepada Israel pada tanah yang menghasilkan dengan baik, secara alamiah yang merupakan mata pencaharian sanggup menghasilkan berlimpah-limpah dan memberikan kesejahteraan akan rakyat. Ulangan 6:3 berkata, “Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan Tuhan, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.”
 
Negeri (tanah) yang Tuhan berikan kepada manusia sejak penciptaan baik adanya, akan tetapi akibat dosa, manusia mulai merusaknya dengan terus menerus mengeksploitasi secara besar-besaran untuk mengeruk keuntungan darinya tanpa memberikan istirahat atau pembebasan (tahun Yobel) kepada tanah tersebut. Hal ini seringkali menjadi faktor penyebab terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang pada akhirnya akan menyengsarakan umat manusia itu sendiri. Negeri (tanah) yang baik adalah negeri di mana kebutuhan kita yang tinggal di dalamnya dapat terpenuhi dengan baik. Itu sebab, seharusnyalah kita harus dapat mengelola dan mengusahakan tanah itu dengan baik agar tercipta kesejahteraan yang kita inginkan. Namun justru inilah yang sering kali kita abaikan, kita hanya melihat hanya sebatas untuk kepentingan kita sendiri tanpa memperhatikan tanah yang memberi kehidupan bagi kita.
 
 
Ulangan 8:9a
Suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun.
 
 
Negeri (tanah) yang Tuhan berikan membuat umat manusia dapat makan dengan sepuasnya tanpa perlu merasa kekurangan. Karena apa yang Tuhan ciptakan untuk manusia dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, Tuhan menolong manusia untuk dapat mengelola sebaik-baiknya agar manusia dapat menikmatinya di dalam anugerah Tuhan.
 
 
Ulangan 8:10
Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji Tuhan, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikanNya kepadamu itu.
 
 
Negeri (tanah) yang Tuhan janjikan kepada manusia seharusnya membuat manusia berespon melalui ucapan syukur kepada Tuhan sekaligus juga mengakui akan anugerah Tuhan seperti kelimpahan manna yang Tuhan anugerahkan kepada bangsa Israel. Imamat 25:18-19 berkata, ”Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram. Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram.”
 
Pada waktu Tuhan menciptakan bumi beserta isinya, Tuhan memerintahkan manusia untuk memenuhi bumi dan menaklukkannya (Kej. 1:28). Hal ini mengajarkan kepada kita untuk dapat mengusahakan dan mengelola dengan baik tanah yang Tuhan berikan, agar terjadi keseimbangan di dalamnya dengan tidak merusak ekosistem yang sudah ada. Oleh sebab itu, bagi setiap kita, sudah seharusnya mulai dari diri sendiri untuk menjaga dan memelihara tanah yang sudah Tuhan anugerahkan kepada kita sebagai respon kita atas berkat berlimpah yang Dia berikan.
 
[ Elvry Sari Intan ]
Persekutuan Studi Reformed