SISA ISRAEL dan SELURUH ISRAEL
_oOo_
 
 
Kutipan Alkitab (Terjemahan LAI)
 
 
Roma 11:5
Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.
 
 
 
Roma 11:26-27
Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka”.
 
 
SISA ISRAEL
 
Roma pasal 11 dimulai dengan sebuah pertanyaan, “Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya?” Pertanyaan ini seolah-olah ingin menunjukkan sebuah penolakan Tuhan atas umat-Nya, Israel. Penolakan itu seakan-akan tidak dapat berubah dan berlaku untuk selama-lamanya akibat dari ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Namun dengan keras Rasul Paulus membantah kesimpulan itu. Dengan tegas ia berkata, “Sekali-kali tidak!”. Di sini Paulus ingin menekankan akan masih adanya harapan di mana masih adanya sisa orang yang percaya yang Tuhan pelihara. Paulus menceritakan kembali kisah tentang Elia (1 Raj. 19:10, 14, 18), di mana pada masa kemurtadan Israel yang paling dalam, Tuhan masih tetap memelihara tujuh ribu orang sebagai sisa Israel (remnant) yang tidak pernah sujud menyembah Baal. Kemudian, Paulus juga menekankan bahwa jika ada sisa umat Tuhan yang masih setia bahkan pada masa Elia, maka akan selalu ada sisa umat Tuhan yang masih akan Tuhan pelihara menurut kasih karunia-Nya, sedangkan bagi yang di luar sisa umat TUHAN, mereka akan tetap dikeraskan hatinya. Paulus mengaplikasikan contoh kejadian di masa Nabi Elia di dalam konteks masanya sendiri. Dia menyebut umat Allah sebagai sisa (remnant). Di tengah-tengah kesukaran dan kesedihan sekalipun, Allah tidak pernah menolak Israel secara habis-habisan (fully and finally rejected). Allah tetap memelihara umat-Nya yang masih setia kepada-Nya. Namun demikian, Paulus tetap mengekspresikan bahwa remnant ini tetap ada hanya oleh karena kasih karunia Allah, bukan karena perbuatan. Perbuatan sama sekali tidak dapat dipakai untuk memperoleh kasih karunia Allah. Jika demikian, di manakah kegunaan dari perbuatan itu? Perbuatan tetap menjadi bagian dari umat Allah sebagai respon setelah menerima kasih karunia Allah.
 
SELURUH ISRAEL
 
Pada bagian kedua di Roma 11: 26-27 dikatakan “seluruh Israel”. Apakah itu berarti setiap individu orang Israel secara daging akan diselamatkan oleh Tuhan? Lalu di manakah letak bangsa-bangsa lain (gentiles) dalam konteks keselamatan yang dari Tuhan? Craig S. Keener dalam bukunya “The IVP Bible Background Commentary – New Testament berkata, “God had promised that Israel as a whole (the surviving remnant after great afflictions) would someday turn to Him” (Deut. 4: 25-31 & 30: 1-6).
 
Umat Allah juga tersebar di antara bangsa-bangsa lain (gentiles). Juga masa depan keselamatan Israel terus diulang di seluruh Perjanjian Lama (salah satunya di Yes. 59:20-21 dan Yer. 31:33-34). Jadi kata “seluruh Israel” dalam Roma 11:26 tidak berarti Paulus mengajarkan universalisme. Tetapi di Roma 11:28-32 jelas terlihat bahwa baik orang Israel maupun bangsa-bangsa lain yang berdosa telah masuk dalam Kerajaan Allah karena pertobatan dan iman mereka. Paulus pun di dalam Galatia pasal 3 menunjukkan bahwa benih Abraham yang sejati memang meliputi Yahudi dan bangsa-bangsa lain. Jadi kata “seluruh” dapat berarti semua orang dalam pengertian bangsa Israel dan bangsa-bangsa lain, yang sesuai dengan kehendak Allah datang dengan percaya kepada Yesus Kristus. Terkait dengan kata “seluruh Israel” ini, John Calvin dalam bukunya “Calvin’s commentaries volume XIX” mengatakan,
 
 
“I extend the word Israel to all the people of God, according to this meaning when the Gentiles shall come in, the Jews also shall return from their defection to the obedience of faith and thus shall be completed the salvation of the whole Israel of God which must be gathered from both”.
(John Calvin, “Calvin’s Commentaries Vol XIX”)
 
 
Kita dapat melihat bahwa kata “seluruh Israel” juga berarti orang-orang pilihan Tuhan dari Israel dan bangsa-bangsa lain. Kedua hal ini disatukan oleh ketidaktaatan akibat dosa mereka dan tawaran keselamatan melalui kasih karunia Tuhan kepada mereka. Bijaksana, kedaulatan, dan kasih karunia Tuhan telah ditunjukkan dengan cara di mana tujuan-Nyalah yang akan terpenuhi. Ketidaktaatan bangsa Israel telah mengarahkan kasih karunia Tuhan untuk menjangkau bangsa-bangsa lain. Kedua-duanya telah berdosa tetapi Tuhan juga mempunyai kasih karunia bagi kedua-duanya.
 
[ Ranto Manoto Siburian ]
Persekutuan Studi Reformed