O Little Town of Betlehem
_oOo_
 
Pengantar
 
Pada 1865, Phillips Brooks (1835-1893), seorang pendeta Episcopal lulusan Harvard, lahir di Boston, mengunjungi Betlehem. Ia mengatakan, saat kunjungannya ke kota Betlehem, bahwa dia terinspirasi untuk menulis sajak. Setahun kemudian, pada 1867, Lewis Redner, Brooks’ orgel Episcopal di sebuah gereja di Boston, Massachusetts, menciptakan musik yang kemudian dikenal sebagai carol “O Little Town of Betlehem.” Tiga tahun kemudian, saat natal, anak-anak paduan suara di tempat Philips bergereja menyanyikan lagu ini.
 
O Little Town of Bethlehem
 
Bait pertama:
 
O little town of Bethlehem, how still we see thee lie!
Above thy deep and dreamless sleep the silent stars go by.
Yet in thy dark streets shineth the everlasting light;
The hopes and fears of all the years are met in thee tonight.
 
Jalan-jalan dan kota tenang pada hari natal. Toko-toko ditutup dan sebagian besar orang berada di rumah. Kemungkinan Bethlehem tenang pada malam Yesus dilahirkan. Padahal kita tahu bahwa tempat itu penuh dengan orang-orang dari luar kota dan ada kemungkinan banyak orang di jalan. Lagu ini tidak membahas tentang aktifitas di Bethlehem, karena kenyataannya sedikit orang yang menyadari tentang kelahiran Mesias.
 
Bait kedua:
 
How silently, how silently, the wondrous gift is given!
So God imparts to human hearts the blessings of His heaven.
No ear may hear His coming, but in this world of sin,
Where meek souls will receive Him still, the dear Christ enters in.
 
Ketika Kristus datang ke dunia ini, dunia dalam keadaan tenang. Publisitas yang dilakukan pertama sekali adalah kepada para gembala. Mesias tidak datang dengan kebesarannya seperti yang diharapkan dari seorang raja yang besar. Bahkan Diapun tidak masuk dalam bagian raja. Kepada mereka yang beriman, Alkitab memberitahukan bahwa Kristus datang untuk tinggal di dalam mereka melalui perantara Roh Kudus (Yoh. 14:10-23; Rom. 8:9-11). Menurut Mikha 5:1-3, Bethlehem yang merupakan kota kecil di Efrata dipilih menjadi tempat kelahiran Kristus. Yang menjadi sebuah pertanyaan, mengapa kemuliaan Allah di perlihatkan di tempat kecil ini? Karena seorang pribadi yang dilahirkan di tempat yang kecil itu adalah Tuhan yang mulia itu sendiri yaitu Yesus Kristus.
 
Melalui perenungan lagu ini kita diingatkan bahwa kita boleh mengalami dan keselamatan hanya dari Tuhan dan menikmatinya secara pribadi, meskipun dunia di sekitar kita tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, seperti sajak pada bait terakhir lagu ini.
 
O holy Child of Bethlehem! Descend to us we pray,
Cast out our sin, and enter in; be born in us today.
We hear the Christmas angels the great glad tidings tell;
O come to us, abide with us, Our Lord Emmanuel.
 
[ Ellya Rosa Silalahi ]
Persekutuan Studi Reformed