Penderitaan dalam Kelahiran Kristus
_oOo_
 
 
Matius 2:16
“Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu”
 
 
Pengantar
 
Peristiwa kelahiran Kristus, Sang Mesias, selalu diperingati dengan eforia hedonisme, dengan melihat bagaimana mal, kantor, rumah, berlomba-lomba dihias dengan pernak-pernik natal yang indah, semarak penjualan dengan potongan harga yang menghebohkan. Ditambah dengan udara dingin dan bersalju bagi sebagian negara, menjadikan momen natal menjadi sesuatu yang ceria dan syahdu sambil mendengarkan puji-pujian natal.
 
Tetapi, saat ini penulis mengajak setiap kita untuk merenungkan peristiwa kelahiran Yesus melalui adanya suatu penderitaan yang mengancam. Kristus menderita bukan hanya ketika Ia berada di kayu salib, namun sejak lahir ke dunia ini, penderitaan sudah mengintai dan menjadikan Sang Mesias, menjalankan suatu kehidupan yang tidak layak sebagai Raja Penyelamat umat manusia.
 
Pembahasan
 
Kitab Matius pasal 2 dimulai dengan peristiwa kelahiran Yesus di kandang domba dikarenakan tidak adanya tempat bagi Maria untuk bersalin. Yusuf dan Maria, orang tua Yesus, baru saja kembali ke kota di mana Yusuf berasal yaitu Nazareth, di Galilea. Pada waktu itu raja yang memerintah adalah Herodes, seorang raja yang terkenal atas kekejamannya. Kita tahu bahwa Herodes pada waktu itu hanya dijadikan raja boneka oleh pemerintah Roma yang berkuasa atas Yerusalem.
 
Ketika orang majus datang dan menanyakan kepada-nya “di manakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan?” Pertanyaan ini menimbulkan keterkejutan Herodes dan seluruh Yerusalem. Mengapa demikian? Karena Herodes menyadari kedudukan-nya sebagai raja di Yerusalem akan terancam jika muncul raja orang Yahudi yang baru itu. Itu sebab, Herodes berinisiatif mencari tahu kebenaran cerita itu dengan cara mengumpulkan imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi (ayat 2). Herodes bertanya kepada mereka, ”Di mana Mesias akan dilahirkan? Iman kepala dan ahli Taurat menjawab bahwa Betlehem di tanah Yudea akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan umat-Nya (ayat 6). Setelah mengetahui hal itu, dengan diam-diam, Herodes menemui orang majus itu. Ia meminta mereka untuk menemukan bayi Yesus dan memberitahukannya agar ia dapat menyembah-Nya (ayat 8). Maksud jahat Herodes ini jelas terlihat dari cara ia menemui orang majus itu, yaitu dengan cara diam-diam. Cara ini digunakan dengan maksud agar rakyat tidak mengetahui niat jahatnya untuk menghalangi Yesus yang dianggapnya suatu saat akan mengancam kedudukannya sebagai raja.
 
Setelah orang majus bertemu dan menyembah bayi Yesus, mereka tidak kembali ke raja Herodes setelah diingatkan oleh mimpi. Hal ini menggambarkan adanya intervensi Tuhan di dalam segala rencana-Nya. Meski demikian, hal ini tidak boleh digunakan sebagai dasar bagi seseorang untuk lebih mempercayai mimpi dalam menjalankan hidup dibanding percaya kepada pimpinan Tuhan yang sanggup mengarahkan umat-Nya. Kemudian, lewat malaikat Tuhan, Yusuf diminta keluar dari Betlehem dan pergi ke Mesir. Di sini, kita bisa melihat perlindungan selalu membutuhkan ketaatan di dalam menjalankan pimpinan Tuhan. Yusuf dan Maria melakukannya. Mereka taat atas pimpinan Tuhan Allah dengan pergi dan menetap di Mesir sampai Herodes mati. Hal ini menggenapkan apa yang dinubuatkan Tuhan lewat Nabi Hosea yang tertulis dalam Hosea 11:1, “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu”.
 
Raja Herodes sangat marah ketika tahu bahwa orang majus itu tidak datang kembali kepadanya. Lalu ia memerintahkan untuk membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya yang berumur 2 tahun ke bawah agar bayi Yesus juga dapat dilenyapkan. Hal ini juga menggenapkan Firman yang disampaikan nabi Yeremia di dalam Yeremia 31:15, “Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi. Peristiwa Rama mengingatkan bagaimana Rahel berjuang dalam melahirkan Benyamin, anaknya, hingga mati. Rahel berjuang untuk melahirkan penerus Yakub, yang merupakan benang merah kelahiran Kristus yang akan menebus dosa manusia dari kematian kekal menuju kepada kehidupan yang kekal.
 
Penderitaan Kristus dalam masa kelahiran-Nya mengingatkan kita juga dengan kelahiran Musa, di mana pada saat itu bayi-bayi Israel juga dibunuh agar tidak ada lagi generasi penerus Israel berikutnya. Dan sekali lagi kita menyaksikan bagaimana rencana Tuhan kekal selamanya. Ketaatan Yusuf dan Maria serta pertolongan Tuhan telah menggagalkan maksud dan rencana jahat Herodes.
 
Setiap kita, orang percaya, tentunya juga pernah mengalami saat-saat penderitaan muncul. Hal ini merupakan suatu hal yang wajar sebagai bagian dari dinamika kehidupan kita. Penderitaan bukan hanya milik orang tidak percaya, namun orang percaya pun bisa mengalami hal ini. Berikut beberapa alasan mengapa orang percaya bisa mengalami penderitaan:
 
  1. Orang percaya mengalami penderitaan sebagai kelanjutan konsekuensi kejatuhan Adam dan Hawa di dalam dosa. Ketika dosa masuk ke dalam dunia, maka penyakit, kesusahan, pertikaian, dan kematian pun serta merta akan masuk ke dalam kehidupan semua manusia (Kej. 3:16-19). Rasul Paulus juga menekankan hal ini dalam perkataannya di Roma 5:12, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa”.
     
  2. Orang percaya bisa menderita karena alasan yang sama dengan orang yang tidak percaya, yaitu sebagai akibat perbuatan mereka sendiri. Prinsip “orang menuai apa yang ditaburnya” dalam Galatia 6:7 secara umum berlaku untuk semua orang. Jikalau kita mengemudikan motor dengan sembarangan, kita bisa terkena kecelakaan hebat. Jikalau kita tidak berdisiplin dalam kebiasaan makan, sangat mungkin kita akan mengalami masalah kesehatan serius. Allah mungkin menggunakan penderitaan semacam ini sebagai sarana mendisiplinkan kita agar dapat menghasilkan “buah kebenaran yang memberikan damai” (Ibr. 12:3-11).
     
  3. Orang percaya bisa menderita, setidak-tidaknya menderita dalam batin, ketika ia menyaksikan kejahatan menguasai hidup begitu banyak orang disekelilingnya. Menyaksikan hal itu tentu akan membuat hatinya bersedih.
     
  4. Allah sendiri dapat memakai penderitaan dalam kehidupan kita sebagai perangsang pertumbuhan rohani kita.
     
    1. Sering kali Allah menggunakan penderitaan untuk menegur umat-Nya yang sedang menyimpang sehingga mereka bertobat dari dosanya dan memperbaharui iman kepercayaan-nya kepada-Nya (lihat. Kitab Hakim-Hakim). Itu sebab, kita harus mengakui dosa yang kita sadari dan memeriksa kehidupan kita untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang tidak berkenan bagi Tuhan.
       
    2. Allah terkadang menggunakan penderitaan untuk menguji iman kita, untuk melihat apakah kita tetap setia kepada-Nya. Menguji iman Ayub merupakan alasan Allah untuk mengijinkan Iblis menyiksa Ayub (Ayb. 1:6-12). Apakah Ayub akan tetap mengabdi kepada Tuhan ataukah dia akan mengutuk Tuhan-nya? Yakobus dalam suratnya menyebutkan bahwa berbagai pencobaan yang kita alami merupakan ujian terhadap iman kita (Yak. 1:3).
       
Hubungan Tuhan Allah dengan orang percaya dalam kaitannya denga penderitaan, dapat kita lihat berikut ini:
 
  1. Allah ikut terlibat dalam penderitaan kita. Sekalipun Iblis merupakan ilah zaman ini, ia hanya dapat menyiksa hidup kita di dalam penderitaan jika Allah mengijinkannya. Dalam hal ini, Allah mengijinkan Herodes membunuh anak-anak dibawah 2 tahun dan mengijinkan Yusuf dan Maria berpindah-pindah ketika hamil tua, dan setelah melahirkan berpindah lagi ke Mesir.
     
  2. Allah juga berjanji untuk mendatangkan kebaikan dari semua penderitaan dan penganiayaan orang-orang yang mengasihi-Nya dan menaati perintah-perintah-Nya. Dengan ketaatan Yusuf dan Maria terhadap pimpinan Tuhan membawa kebaikan bagi semua orang, sehingga hal itu menggenapi rencana Tuhan sendiri.
     
  3. Allah juga berjanji untuk mendampingi kita ketika menderita. Dengan adanya penderitaan yang dialami bayi Yesus dalam kelahiran-Nya, kita tetap melihat pemeliharaan dan perlindungan Tuhan melalui malaikat Tuhan yang memberitahu Yusuf untuk pergi ke Mesir menghindari niat jahat Herodes yang ingin membunuh bayi Yesus.
     
  4. Tuhan Yesus ikut menanggung penderitaan kita. Dalam Yesaya 53:4 dikatakan bahwa penyakit kitalah yang ditanggung-Nya. Jadi, penderitaan apapun yang dialami oleh manusia, khususnya orang percaya, tidak akan pernah melebihi penderitaan yang pernah Tuhan Yesus tanggung di kayu salib.
Kesimpulan
 
  1. Kelahiran Tuhan Yesus yang mengawali penderitaan-Nya di bumi ini dengan adanya ancaman pembunuhan dari Raja Herodes mengingatkan kita bahwa sebagai orang percaya kitapun suatu waktu akan tetap mengalami penderitaan. Sebagai umat pilihan Allah, hidup kita tidak hanya diliputi dengan kesenangan tanpa penderitaan seperti yang dipikirkan oleh beberapa orang dengan menyelewengkan pengertian kita sebagai “anak raja” yang tidak mungkin akan menderita.
     
  2. Penderitaan pada masa kelahiran Tuhan Yesus menuntut ketaatan Yusuf dan Maria di dalam pimpinan Tuhan di tengah pergumulan mereka yang tidak mudah untuk dilalui. Sebagai orang percaya, umat tebusan Tuhan, kita dituntut untuk taat akan pimpinan Tuhan dalam hidup kita, baik dalam suka maupun duka sekalipun.
Penutup
 
Peristiwa kelahiran Yesus Kristus yang sejak awal berada di dalam penderitaan membawa kedamaian bagi umat-Nya. Orang-orang berdosa terhindar dari murka Allah lewat Kristus. Kiranya melalui jaminan keselamatan dari Tuhan mengingatkan kita untuk terus taat akan pimpinan-Nya, terus mau mengerjakan pekerjaan Tuhan yang sudah dipersiapkan bagi kita. Penderitaan kita tidak akan melebihi penderitaan Kristus yang menyelamatkan kita. Kiranya melalui momen Natal ini kita diingatkan untuk terus memuliakan Tuhan dan menikmati Dia seumur hidup kita. Soli Deo Gloria.
 
[ Deby Adelina H ]