Pengangkatan Sebagai Anak-Anak Allah (Pengadopsian)
_oOo_
 
Pendahuluan
 
Menjadi anak-anak Allah Yang Hidup merupakan hak istimewa yang hanya dimiliki oleh orang Kristen. Inilah janji yang kita terima ketika kita percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh. 1:12).
 
Jika menjadi anak-anak Allah merupakan karunia yang unik dan begitu berharga bagi kita, sudahkah kita memahami sepenuhnya arti menjadi anak-anak Allah Yang Hidup dan sudahkah kita mengalami kekayaan rohani yang terkandung dalam status kita sebagai anak-anak Allah.
 
Pembahasan
 
Pengangkatan sebagai anak merupakan tindakan Allah untuk memberi secara cuma-cuma yang melaluinya kita menerima bagian serta memiliki seluruh hak istimewa sebagai anak-anak Allah. Melalui kuasa Roh Kudus yang melahirbarukan kita di dalam Kristus, kita menjadi anak-anak Bapa di sorga. Pemahaman Perjanjian Baru tentang orang Kristen sebagai anak-anak Allah mengandung dua dimensi, yakni: pertama, kelahiran kita ke dalam keluarga Allah terjadi melalui karya Roh Kudus. Kedua, kelahiran kita ke dalam keluarga Allah merupakan tindakan hukum yang dilakukan Allah. Lalu, status kita sebagai anak-anak Allah mengandung dua unsur, yaitu: penciptaan baru dan pengadopsian yang mana Allah menerima kita di dalam keluarga-Nya.
 
Allah adalah sumber adopsi kita. Sebagaimana kita dilahirkan kembali oleh kehendaknya (Yak. 1:18), demikian juga kita diadopsi oleh karena kasih-Nya. Yohanes menyebut status kita sebagai anak demikian, “Lihatlah betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah!” (1 Yoh. 3:1). Sungguh luar biasa jika Allah menjadikan kita anak-anak-Nya.
 
Putusnya Ikatan dengan Keluarga yang lama
 
Sebelum dilahirbarukan kita adalah anak-anak yang patut dimurkai, hamba dan budak kerajaan kegelapan. Proses adopsi kita ke dalam keluarga Allah mengimplikasikan bahwa semua hutang dan kewajiban lama kita telah dibatalkan. Secara hukum, kita tidak lagi terikat pada beban dosa atau cara hidup berdosa yang telah menjadi ciri kita sebelum menjadi orang percaya (Rm. 6:17-18).
 
Waktu kita berkata bahwa segala hutang dan tuntutan atas kita dibatalkan pada saat kita diadopsi, hal ini tidak berarti semuanya itu dihapuskan hanya oleh ketetapan ilahi. Tetapi semua hutang kita harus ditanggungkan kepada Kristus. Ia membawa surat hutang itu ke atas kayu salib dan memakukannya di sana (Kol. 2:14). Jadi, adopsi dimungkinkan terjadi hanya melalui Kristus dan Kristus harus membayar harga yang tak ternilai itu. Ia mati sebagai orang benar untuk orang yang tidak benar. Ia membawa kita kepada Allah.
 
Hak Istimewa
 
Ketika kita diadopsi menjadi anak-anak Allah, maka kita memiliki beberapa hak istimewa berikut ini:
 
  • Merupakan “ahli waris Allah yang mewarisinya bersama dengan Kristus.” (Gal. 4:7)
  • Memiliki hak istimewa untuk memanggil Allah sebagai “Abba, Bapa.” (Gal. 4:7)
  • Menerima pemeliharaan Bapa yang lemah lembut dan belas kasihan dari Kristus.
 
Di dalam Kristuslah kita melihat belas kasihan Bapa diwujudkan sepenuhnya. Kepedulian seperti inilah yang Kristus berikan kepada saudara-saudara-Nya sehingga Ia rela masuk ke pusat kelemahan, pencobaan dan ketakutan mereka. Melalui inkarnasi-Nya, Kristus sungguh-sungguh mengambil bagian dalam kedagingan kita.
 
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika kita ingin dapat sungguh-sungguh menghargai kemuliaan peristiwa pengangkatan kita sebagai anak-anak Allah, yaitu:
 
  1. Peristiwa pengangkatan sebagai anak itu merupakan suatu peristuwa yang terjadi seketika yang merupakan tindakan Allah.
     
  2. Peristiwa tersebut juga merupakan suatu peristiwa yang berakibat permanen. Mereka yang diangkat menjadi anak-anak Allah, tidak akan ditinggalkan Bapa. Tidak seorangpun, kata Yesus, “dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yoh. 10:29).
     
  3. Peristiwa tersebut juga merupakan suatu peristiwa yang menjadikan kita sadar bahwa kita adalah anak-anak-Nya.
 
Adopsi bukan perubahan natur melainkan perubahan status. Tanpa kebenaran ini, kita akan kehilangan makna adopsi. Adopsi merupakan suatu deklarasi dari Allah tentang kita. Adopsi ke dalam keluarga yang baru mengakibatkan konfilk dengan keluarga yang lama. Iblis akan berusaha merebut kita kembali. Tetapi kita tidak perlu takut, kita harus ingat serangan Iblis adalah salah satu ciri kehidupan Kristen. Konflik muncul karena kita adalah milik keluarga baru.
 
Penutup
 
Adopsi menjamin kita bahwa kita memiliki status yang baru. Tetapi karena hal ini melibatkan kita dalam “peperangan antarkeluarga”, maka status ini berfungsi untuk mengingatkan kita akan anugerah dan kuasa yang akan terus dinyatakan-Nya kepada kita. Saat ini, sebagai anak-anak yang telah diadopsi, kita adalah ahli waris. Kita telah menerima sebagian warisan kita. Saatnya akan tiba ketika kita menerima sepenuhnya. Kita telah mengalami banyak hal, tetapi masih banyak lagi yang akan kita alami. Marilah kita mempercayai hikmat Allah Bapa kita di sorga yang mengetahui dan menyediakan semua kebutuhan kita di dunia maupun di dunia yang akan datang.
 
[ Relita Bintang S ]