PERANAN DAN KARYA ROH KUDUS
_oOo_
 
Pendahuluan
 
Hidup kristiani adalah hidup di dalam Roh. Tidaklah mungkin untuk menjadi Kristen, apalagi hidup dan tumbuh sebagai Kristen, tanpa pelayanan Roh Allah yang penuh karunia. Setiap Orang yang beriman kristiani, mempunyai pengalaman akan Roh Kudus. Sebab hidup Kristen dimulai dengan kelahiran baru, dan kelahiran baru itu adalah kelahiran “dari Roh” (Yoh 3:3-8).
 
Pembahasan
 
Karya keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus tidak akan bermanfaat apa-apa bagi kita sampai karya itu diterapkan ke dalam hati dan hidup kita oleh Roh Kudus. Paulus mengajarkan bahwa Allah menyelamatkan kita bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan melalui pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Tit. 3:5), Paulus meyakinkan jemaat Galatia bahwa kita hidup oleh Roh (bukan hanya secara fisik, tetapi khususnya kehidupan Rohani, Gal. 5:25).
 
Peranan utama Roh Kudus dalam proses keselamatan kita adalah menyatukan kita dengan Kristus. Paulus mengungkapkan dalam 1 Korintus 12:13, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Roh Kudus-lah yang menyatukan kita dengan Allah. Roh Kudus disebut Roh Allah (2 Kor. 3:17), Roh Kristus (Rom. 8:9), Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19). Orang yang memiliki Roh Allah adalah anak-anak Allah, orang yang adalah anak Allah memiliki Roh Allah. Salah satu berkat dari pembenaran kita adalah pengadopsian kita menjadi anak-anak Allah. Berkat ini juga secara erat dikaitkan dengan Roh Kudus. “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita yang berseru, “ya Abba, ya Bapa!”” (Gal. 4:6). Dengan kata lain, adalah Roh Kudus, yang tinggal dalam diri kita, yang memanggil Allah sebagai Bapa, dengan demikian meyakinkan kita bahwa kita bukan lagi budak, melainkan anak-anak Allah. Karya yang terus menerus dan penuh karunia dari Roh yang berdiam di dalam kita, itulah yang terus meyakinkan kita adalah anak-anak Allah.
 
Cara lain untuk mempelajari peranan Roh Kudus di dalam proses keselamatan adalah dengan melihat pengajaran Alkitab mengenai karunia-karunia Roh dan buah Roh. Kedua hal ini tentu saja tidak pernah boleh dipisahkan. Kita melihat apa yang diajarkan oleh Perjanjian Baru mengenai karunia-karunia Roh. Kata yang paling umum dipakai oleh para penulis Perjanjian Baru untuk mendeskripsikan karunia-karunia Roh adalah charisma. Charisma yang disebutkan di dalam Perjanjian Baru bukan hanya karunia-karunia yang besifat mujizat dan spektakukler dari Roh.
 
Cara membagi karunia-karunia Roh yang umumnya dipakai adalah membaginya ke dalam kelompok karunia yang besifat mujizat dan non mujizat. Karunia-karunia non-mujizat antara lain adalah karunia mengajar, menguatkan, memberi dan menunjukkan kemurahan (Rom. 12:7-8), Karunia-karunia mujizat antara lain “karunia menyembuhkan” (1 Kor. 12:9), pekerjaan-pekerjaan mujizat (1 Kor. 12:10) dan “berbicara dalam berbagai bahasa lidah” (1 Kor. 12:10).
 
Apakah fungsi dari karunia-karunia Roh ini?
 
Karunia-karunia ini memampukan orang-orang percaya untuk melakukan berbagai bentuk pelayanan jemaat, atau terlibat pada bentuk pelayanan tertentu di dalam Kerajaan Allah.
 
Tujuan-tujuan karunia-karunia ini adalah :
 
  • Untuk membangun orang-orang percaya, membangun jemaat dan melayani keseluruhan kominitas Kristen.
  • Untuk tujuan missioner: membawa mereka yang tidak percaya ke dalam pengetahuan akan Kristus yang menyelamatkan, menguatkan orang-orang Kristen baru di dalam iman mereka, dan memperlengkapi mereka di dalam kesaksian.
 
Dari dahulu hingga sekarang, ada perbedaan pandangan di antara orang Kristen megenai apakah karunia-karunia Roh yang besifat mujizat itu masih hadir dalam gereja saat ini.
 
Penutup
 
Karunia-karunia Allah dianugerahkan supaya digunakan. Karunia-karunia Roh itu diberikan bukan untuk menolong, menghibur dan menguatkan kita sendiri/berpusat kepada diri sendiri, tetapi melayani orang lain bahkan seluruh gereja. Apapun karunia yang telah diberikan oleh Roh Kudus kepada kita harus dipakai di dalam kasih, sukacita, damai sejahtera dan aspek-aspek buah Roh Kudus yang lain. Maka mari kita saling memanfaatkan karunia-karunia kita “sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus”.
 
Selamat Paskah!
[ Bintang Sihite ]