KEMULIAAN TUHAN
 
(And the Glory of the Lord)
 
( Eksposisi Yesaya 40:5 )
 
_oOo_
 
 
Yesaya 40:5
Maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.
 
 
 
Pengantar
 
Kutipan ayat di atas telah menginspirasi George Frideric Handel (1685-1759) untuk menulis satu komposisi lagu yang berjudul, And The Glory of The Lord. Lagu ini merupakan salah satu bagian dari oratorio Mesias, salah satu oratorio teragung yang pernah muncul di dalam sejarah musik. Tulisan ini akan mengeksposisi nubuat Yesaya di atas yang menjadi sumber inspirasi lagu ini.
 
Pembahasan
 
Di dalam ayat ini kita melihat gambaran mengenai Nabi Yesaya yang menubuatkan pekerjaan Tuhan Allah menyelamatkan umat-Nya yang telah berdosa keluar dari pembuangan Babel dan kembali ke tanah Perjanjian.
 
“Kemuliaan TUHAN Akan Dinyatakan”
 
Dahulu, ketika umat Tuhan terus menerus berdosa dan tidak mau mendengar perkataan-Nya yang disampaikan melalui para nabi, kuasa Tuhan seakan-akan padam dan tidak terlihat oleh mata mereka, sebagaimana yang digambarkan dalam Mazmur 74:9, “Tanda-tanda kami tidak kami lihat, tidak ada lagi nabi, dan tidak ada di antara kami yang mengetahui berapa lama lagi.” Tuhan mengijinkan mereka berada dalam kegelapan dan kesuraman yang besar. Israel, umat Allah, seakan-akan tidak bisa mendengar suara Tuhan lagi. Ini merupakan suatu peringatan bagi mereka. Sekalipun mereka adalah umat Tuhan, namun bukan jaminan bahwa kuasa Tuhan akan selalu melindungi dan memberkati mereka. Hal ini dibuktikan ketika Tuhan menghukum keberdosaan umat-Nya itu dengan membuang mereka ke Babel.
 
Akan tetapi pekerjaan Tuhan tidak hanya berhenti pada satu titik itu saja. Secara progresif (bertahap) kemuliaan Tuhan yang dimaksud oleh Yesaya itu kembali muncul yang termanifestasi dalam peristiwa kembalinya bangsa Israel dari pembuangan Babel ke tanah perjanjian pada tahun 538 SM. Manifestasi kemuliaan Tuhan itu semakin nyata dalam kedatangan Kristus yang pertama untuk menebus umat-Nya, sebagaimana yang ditulis oleh Rasul Yohanes, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh. 1:14). Inkarnasi adalah manifestasi kemuliaan Tuhan dan pada akhirnya manifestasi itu akan berpuncak pada waktu kedatangan Tuhan Yesus Kristus kedua kalinya kelak.
 
“Seluruh Umat Akan Melihat Kemuliaan TUHAN Bersama-sama”
 
Kemuliaan Tuhan juga merupakan manifestasi dari diri Tuhan sendiri sebagai realitas absolut. Dosa terbesar manusia adalah ketika ia berusaha merebut kemuliaan Allah dan menolak tunduk di bawah otoritas-Nya. Yesaya memahami bahwa hanya oleh anugerah Tuhan sajalah umat Tuhan boleh ikut berbagian di dalam kemuliaan-Nya. “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (Yoh. 17:22-24).
 
Ayat ini ingin melukiskan kemuliaan Tuhan yang tidak berhenti pada satu titik dengan kembalinya bangsa Israel dari pembuangan, namun kemuliaan itu berpuncak pada penebusan seluruh kosmos ini termasuk di dalamnya umat pilihan-Nya yang telah ditetapkan sejak dalam kekekalan. Oleh karenanya, kita dapat mengerti bahwa seluruh umat Tuhan pada saat ini sudah (already) menikmati berkat-berkat jaman akhir, dan pada waktunya kelak (not yet) akan menikmati kepenuhannya dimana umat Tuhan akan beribadah kepada Tuhan. “Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman Tuhan” (Yes. 66:23). Suatu hari nanti kelak seluruh dunia akan menyadari bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah Tritunggal yang disembah dan dipuji oleh seisi kosmos yang akan diperbarui kelak.
 
“TUHAN Sendiri Telah Mengatakannya”
 
Bagian ini merupakan jaminan akan janji Tuhan bagaimana kemuliaan-Nya kelak akan nampak bagi seluruh umat manusia. Janji Tuhan itu pasti akan terlaksana karena Tuhan sendiri yang mengatakannya. Tuhan yang berjanji adalah Tuhan yang setia di dalam janji-Nya. Oleh sebab itu, kita yang menerima janji itu akan terus dikuatkan di dalam penantian akan penggenapan janji-Nya itu disepanjang hidup kita.
 
Kesimpulan
 
  1. Kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat kelahiran Kristus, dan berpuncak pada saat kedatangan-Nya untuk kedua kalinya kelak.
     
  2. Kemuliaan Tuhan dinyatakan lewat penebusan seluruh kosmos yang memiliki aspek already dan not yet, di mana seluruh umat Tuhan saat ini sudah menerima berkat-berkat jaman akhir (aspek already) dan kelak nanti akan menerima seluruh kepenuhannya (aspek not yet).
     
  3. Kemuliaan Tuhan akan dinyatakan kepada umat-Nya, sesuai dengan apa yang dikatakan-Nya. Janji itu pasti tergenapi oleh karena Tuhan selalu setia memelihara janji-Nya.
Penutup
 
Kemuliaan Tuhan yang dinyatakan oleh Tuhan Allah lewat kelahiran dan kematian Kristus demi menebus kita memberikan kekuatan bagi kita untuk terus hidup bagi-Nya. Kiranya di moment Natal ini, kita semakin dipenuhi ucapan syukur atas apa yang sudah Tuhan kerjakan lewat kehidupan kita, khususnya melalui pelayanan di Persekutuan Studi Reformed yang telah menjadikan hidup kita penuh dengan kelimpahan berkat Tuhan. Dengan anugerah-Nya, Ia rela memakai kita, orang yang berdosa ini, untuk menggenapi rencana-Nya.
 
[ Deby Adelina Hutagalung ]