Yang Sulung, Lebih Utama Dari Segala Ciptaan
(Eksposisi Kolose 1:15)
_oOo_
 
Meskipun Kristologi Paulus banyak berangkat dari kematian dan kebangkitan Kristus, termasuk juga saat Paulus berbicara mengenai inkarnasi dan kedatangan-Nya yang kedua akan tetapi praeksistensi Kristus di dalam pengajaran Paulus adalah sesuatu yang tidak dapat terpisah dari pernyataan Kristus di dalam sejarah penebusan. Praeksistensi Kristus bersama Allah sangat Paulus tekankan dalam seluruh Kristologinya dan Paulus menjelaskan praeksistensi Kristus di dalam penekanan Kristus sebagai Anak Allah.
 
Paulus melihat Kristus sebagai Anak Allah, bukan hanya saat Ia menyatakan diri di dalam inkarnasi tetapi bahkan sebelum dunia diciptakan. Sebelum dunia diciptakan dan untuk selama-lamanya, Kristus tetap menjadi Allah bagi kita. Ia adalah Allah yang menjadi manusia, dan yang telah menjadi manusia. Ia adalah Gambar Allah dan ditentukan sebelumnya untuk menjadi manusia, dan sebagai Yang Sulung dari banyak saudara, Ia membawa mereka berbagian dalam Gambar-Nya (Roma 8:29, 1 Kor 15:49, 2 Kor 3:18). Ia adalah Anak Allah yang telah diutus (Roma 8:3, Galatia 4:4), yang tidak disayangkan oleh Allah (Roma 8:32), yang lahir dari keturunan Daud (Roma 1:3), yang mati (Roma 5:10), yang oleh kebangkitan-Nya telah dinyatakan sebagai Anak Allah yang berkuasa (Roma 1:4).
 
Maka praeksistensi Kristus yang sudah ada di dalam kekekalan membedakan diri-Nya dengan segala ciptaan. Hal ini penting bagi kita untuk memahami surat Paulus di dalam Kolose 1:15 di mana Kristus berbeda dengan segala ciptaan-Nya.
 
Pembahasan
 
Pemaparan di atas membantu kita untuk memahami serangkaian ayat yang membicarakan makna kebangkitan Kristus dan makna kemulian-Nya sebagai Gambar Allah dalam lingkup yang lebih luas, yaitu serangkaian ayat yang membandingkan posisi Kristus dengan seluruh ciptaan.
 
Kolose 1:15 dikatakan: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Ketika Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah gambar Allah maka itu artinya di dalam Dia, kemuliaan Allah dan bahkan Allah sendiri, dinyatakan. Dengan menyebut Kristus sebagai Gambar Allah maka Paulus menunjukkan bahwa kemuliaan Kristus adalah kemuliaan Allah sendiri, Yang berpraeksistensi dalam kemulian Ilahi-Nya. Sebutan Kristus sebagai gambar Allah mengingatkan kita pada Adam pertama di dalam kitab Kejadian pasal 1. Sehingga kita melihat bahwa bagian ini jelas terkait dengan kategori ciptaan yang merefleksikan Kejadian 1. Akan tetapi tidak berarti bahwa Kristus berada di posisi yang sama dengan Adam pertama. Kemuliaan Adam yang kedua tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan Adam yang pertama, karena kemuliaan Ilahi Kristus telah ada di dalam praeksistensi-Nya. Dengan menyebut Kristus sebagai Gambar Allah menunjukan bahwa kemuliaan Kristus adalah kemuliaan Allah sendiri dan kemuliaan Kristus yang ada pada-Nya menyatakan praeksistensi-Nya bersama Allah didalam kekekalan sebelum Kristus menyatakan diri untuk melakukan karya penebusan-Nya. Kemudian kita melihat bahwa frasa “Gambar Allah yang tidak kelihatan,” yang dipakai di sini untuk menyebut Kristus yang menunjukan suatu kaitan organis dengan penciptaan akan tetapi Kristus sebagai Gambar Allah berbeda dengan seluruh ciptaan termasuk Adam sebagai gambar Allah yang diciptakan.
 
Kita akan melihat secara khusus frasa “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Sebutan ini jelas merujuk kepada Adam, meski tidak secara mencolok, tulisan-tulisan Yahudi sering menyebut Adam sebagai yang sulung. Hal ini terkait dengan Adam sebagai ordo dan posisi dari segala ciptaan, karena ia diciptakan seturut Gambar Allah (Kej 1:28). Kaitan antara Kristus sebagai yang sulung dan Gambar Allah, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati menunjukan bagaimana Paulus mengkontraskan Kristus sebagai manusia kedua, dengan Adam sebagai manusia pertama (1 Kor. 15:45). Jadi dalam Kolose 1:15, Paulus sekali lagi mengenakan kategori “Adamitis” yang sama (“Gambar,” “Yang Sulung”; yang ia pakai untuk menjelaskan Kristus dalam “eskatalogi”) untuk menjelaskan “protologi”-nya.
 
Jikalau Paulus di Korintus 15 dan Roma 5, menyebutkan Kristus adalah Adam yang kedua atau Adam yang terakhir, yang dalam sejarah penebusan datang setelah Adam pertama, maka di Kolose 1:15, sebagai Yang Sulung dan Gambar Allah, Kristus mendahului Adam pertama sebagai “gambaran” Kristus di Roma 5 dan 1 Korintus 15.
 
Penutup
 
Dari pembahasan singkat di atas maka apa yang hilang dalam Adam pertama dipulihkan dalam Adam kedua yaitu Kristus yang adalah Gambar Allah yang tidak kelihatan. Peninggian Kristus sebagai Adam kedua menunjuk kepada awal mula dari segala sesuatu, dan menyatakan bahwa dalam kemuliaan yang jauh lebih besar dari Adam pertama, Kristus sedari awal adalah Gambar Allah dan Yang Sulung, yang lebih utama dari segala ciptaan. Hal ini menyatakan struktur dan implikasi mendasar dari konsep eskatologi Paulus tentang Kristus. Ciptaan baru yang datang dengan kebangkitan Kristus menggantikan ciptaan pertama di mana Adam adalah representasinya. Tetapi seperti Manusia kedua jauh lebih mulia dari manusia pertama, demikian pula ciptaan baru jauh melampui ciptaan pertama.
 
[ Mulatua Silalahi ]